BERTAHAN ATAU BERHENTI?

KU KALAH


Hari ini, dadaku semakin sesak, ketika tahu bahwa aku kekanakkan sekali. Kalian benar-benar cerdas. Sekarang, dikamarku yang penat, aku tidak bisa bernafas lagi. Kalian cerdas sekali menempaku. Emosiku ini masih terombang-ambing gara-gara seseorang.
Aku hari ini sampai seterusnya, tidak mau keluar rumah lagi, sudah lelah dengan tempaan kalian. Dengan air mata kalian juga, semua terasa sesak dalam dadaku. Entah apa yang aku inginkan dari kalian dan tujuanku apa di kalian, aku sudah tak berhasrat bertemu kalian semua. Aku hanya ingin di kamarku yang sepi dan damai.
Ada yang bilang, berbicara dengan orang lain adalah solusi yang terbaik. Bagiku, menatap orang lain membuatku ingin menangis karena aku malu jadi pusat perhatian. Emosiku masih sakit, tidak bisa terkontrol. Mungkin karena aku merasa kalian memainkanku. Kalian cerdas sekali tri idiotku.
Ku ingin menangis di kamarku yang sendiri. Tak tahu harus bagaimana, menangis, menangis dan menangis yang aku lakukan. Ku butuh sebuah senyuman yang membangkitkan glora kesedihanku dan kehampaanku lagi dan lagi. Ku menjaga diriku dari nilai-nilai islam.
Aku mulai curiga, kalian menempaku agar selalu menangis seperti ini kan ?
Kalian tega sekali padaku ?
Ku sudah ingin menangis terus ini.
Kalian cerdas sekali.
Aku yang sedirian dalam ruang kosong tak bergemam, selalu menangis dengan apa yang telah kalian lakukan. Kalian luar biasa membuatku ingin menonjok kalian, ingin berteriak, ingin juga memeluk kalian. Tapi, itu tidak ilok karena prinsipku masih tetap dalam nilai-nilai islam.
Kamu mau aku gimana?
Kamu itu menyebalkan, aku tuh sudah berusaha jadi purel, tetap kau menyebalkan.
Kau itu menyebalkan dan menyebalkan. Banyak gitu caperanmu, ku tuh tidak suka lihat kalau kau dekat-dekat sama cewek. Kan, aku cemburu gak jelas pada seseorang yang tidak jelas juga. Ya begitulah, ku cemburuan pada cowok yang tidak tahu apakah hatinya untukku. Tidak usah status igmu seperti itu. Kau menyebalkan sekali tahu.
Ku ingin berteriak kepadamu bahwa aku rindu...
Rindu karena kau sudah mempengaruhi hatiku yang ingin diisi oleh seseorang tapi, aku tidak bisa bersikap yang baik itu gimana atau memperlakukanmu itu gimana karena aku tidak pernah bersama cowok atau apa itu namanya pacaran kah, aku tidak pernah pacaran atau apalah itu. Ku tuh takut jika aku bersikap begini, dan begitu kau tidak suka. ku tuh malu jika aku begini kau akan kecewa. Ku hanya tidak tahu harus bagaimana. Kau yang sudah berpengalaman bersama cewek-cewek harusnya kau kasih tahu aku, aku harus bersikap bagaimana karena ku tuh kaku orangnya dan ya nangisan karena igmu seng membuatku melayang dan meyakitkan. Berhentilah jika hal tersebut tidak pasti.
Ku juga terluka
Orang lain juga terluka
Dan yang lebih terluka adalah tangisanku yang menahan egoku untuk selalu rindu padamu padahal itu hal yang tidak berhak aku lakukan karena aku takut aku dilamar orang lain atau kau menyukai orang lain ditikung. Semua itu persaingan, aku menjaga hatiku untuk jodohku. Aku tidak mau menyakiti dan kau juga jangan menyakiti hati orang lain. Kau paham kan maksudku, ada yang menyukaimu, dia juga terluka. Kau pintar sekali merebut hati cewek. Kau tidak akan bisa merebut hatiku karena hatiku beku karena heru.
Sehingga, lupakan itu yang namanya cinta.
Cinta itu bulsyit
Cinta itu kejam
Cinta itu buta
Dan cinta itu hanya kepadaNya agar tidak mengeluarkan air mata lagi.
Ku mulai kagum sama seseorang lagi, dan sepertinya dia seorang ilkom yang sangat menyenangkan juga tapi, dia sudah punya cewek, tidak mungkinlah aku merebutnya. Dia menggembleng aku agar aku tidak nangisan, ku tuh sering kagum sama cowok, sepertinya dia kebapakkan dan aku ingin ke rumahnya, dia menolakku, yadah memang aku sering ditolak sama cowok. Itulah yang terjadi. Ku ingin menangis lagi kan...
Ada yang salah pada diriku...
Makanya semuanya menjauh ....
Ada yang salah pada kepribadianku...
Makanya aku selalu dikeluarkan dalam komunitas tersebut.
Iya aku tidak kuat dalam hal tekanan batin.
Kalian menempaku agar aku bisa kuat dalam bertahan.
Kalian hebat, tapi maaf, aku benar-benar akan keluar .
Itu keputusan bulatku..
Ku fokus pada FLP Yang tidak menyuruhku mendengar teorimu yang begitu banyak. Ku akan belajar membaca... Sesakku ini yang masih membuatku ingin menangis terus.
Aku di kamar ini,
Ku menangis terus
Ku juga tidak tahu harus bagaimana
Ku tuh malu, sudah tidak bisa ngapa-ngapain
Kalian sungguh cerdas.
Aku akan benar-benar keluar
Selamat tinggal semuanya...
Hasratku sudah down kepada kalian.
Ajari aku semua ilmumu korelis, cara bersikap sama cowok, ojok disuruh jadi purel, gilani lah,,,
SEng baik-baik gitu loh...


0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.