AKU PILIH MANA ?


Ayahku tidak tega melihatku menangis terus karena tempaan kalian sehingga, ayah menyuruhku untuk keluar dari HmI. Aku tidak tahu kenapa aku menangis. Penyakitku datang lagi. Penyakit lama yaitu lemah.
Kemungkinan besar aku akan keluar. Aku juga bertanya, kenapa aku harus keluar ya? Aneh juga pikiranku...
Tepok Jidat.
Aku hanya merasa kalian menjauh dariku.
Atau hanya khayalanku saja.
Dikamarku yang penuh dengan barang-barang berserakan, aku tidak tahu harus memilih mana.
Keluar atau bertahan ?
Ayah menyuruhku ikut dance, untuk mengembangkan bakat.
Bukan ikut cowok-cowok di stand up yang mesa meso, dimarahin lagi sama ayah.
Aku harus pilih bertahan atau keluar ?
Jika Ayah terus melihatku menangis, kemungkinan besar aku harus keluar dari Himpunan Mahasiswa Islam tersebut.
Menahan keinginan untuk bertemu kalian lagi.
Aku bingung diruangan sunyi ini.
Aku harus bagaimana ?
Jika aku keluar kemungkinan tidak ada yang mencariku.
Itu yang terbaik, yang paling terbaik.
Jika terus menangis, aku tidak akan sehat.
Tapi, asyik sih, kemungkinan matiku lebih cepat daripada orang lain.
Jika aku mati, aku minta maaf jika aku ada salah kepada kalian semua ya.
Jika aku punya salah kepada kalian.
Aku minta maaf.
Vivi memang punya salah banyak disengaja maupun tidak.
Vivi hanya orang biasa yang mempunyai cita-cita tinggi yang membutuhkan dukungan dan membutuhkan keseimbangan jiwa.
Terimakasih buat kalian yang berusaha untuk selalu memberikan semangat kepadaku.
Terimakasih buat seseorang yang bilang “Jika begitu terus akan stress”
Terimakasih.
Buat segalanya
Ku akan keluar dengan tenang kok.
Tinggal keluar saja kan ?
Iya aku akan keluar kok.
Itu mudah bagiku, yang tidak mudah itu mengingat kenangan bersama kalian semua yang mencoba mengertiku. Yang berusaha membuatku tersenyum dan mencoba mengerti keluh kesahku.
Bonekaku Kimbem Cuma diem saat aku curhat kepada dirinya, ku butuh seorang teman buat mencurahkan segalanya.
Hanya blogger inilah yang menjadi tempat keluh kesahku.
Sebuah curhatkan seorang yang mempunyai mental cemen. Seorang cewek yang mencoba bertahan dalam kebatinan yang ada.  Seorang cewek yang berusaha bangkit oleh ketidaksempurnaan dirinya yang diada-adakan.
Di kamarku yang penat.
Aku ingin bercerita bahwa aku rindu korelisku.
Aku merindukannya.
Itu saja.
Seperti zaman dulu, aku merindukan embemku.
Seperti itulah rasa sakit itu.
Rasa sakit yang sangat ingin aku hilangkan.
Semoga kau selalu diberi rezeki yang banyak korelisku.
Semoga kau tetap tersenyum dan memberi kebaikan kepada cewek-cewek disana.
Dan semoga engkau terus berusaha menjadi cowok baik sholat dan tidak merokok.
Sholat bentar kan bisa sih...
Mosok gak bisa sholat bentar saja.
Kan Cuma berapa detik gitu.
Semoga kau selalu berbahagia dengan jodoh terbaikNya.
Semoga aku juga mendapat jodoh terbaikNya juga.
Aamiin....
Mulai sendu lagi.
Ya beginilah diriku sendu tidak jelas untuk hal tidak jelas juga.
Terimakasih banyak.
Tetes air mataku akan menjadi sebuah cerita untuk masa depanku kelak bersama jodohku dariNya.
SENDIRI ITU ASYIK JIKA KAU MEMAKNAINYA DENGAN TERUS BERDOA DIBERIKAN YANG TERBAIK DARINYA.
Jangan sendu lagi ya korelis, nanti aku juga mikir.
Pikir saja masa depanmu iku.
Aku mikir masa depanku bersama jodohku kelak. Hehehe
Entah siapa yang terpenting dia harus suka jelong2 di pegunungan sepertimu korelis. Wkwkwk.
Gjkan. Vivi mah gitu tidak jelas dan tidak berjelas ria.

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.