SESAK


SESAK
Setelah kalian tempa dengan serangan-serangan yang membuat aku bingung. Aku menyadari bahwa diriku benar-benar ingin berontak. Lepas dari apa yang kalian katakan itu. Rasanya sangat sesak begitu. Tidak terima hal tersebut.
Sesak ini aku ingin membuktikan kepada kalian bahwa aku mampu. Setiap hari sesak karena kata-kata yang kalian keluarkan menyakitkan hati. Harus bisa menerima bahwa iya aku kekanakkan. Ya udah mau gimana lagi. Harusnya menggunakan teknik masa bodoh. Masih belum bisa menerimanya.
Rasanya dimana-mana sesak, bertemu dengan orang lain juga sesak. Kalian harus bertanggungjawab, kenapa sangat sesak sekali. Setelah keluar dari kerja dan mencari kerja lagi, rasanya sesak, sangat sesak. Masuk organisasi dan ke organisasi lain, sesak bertambah sesak. Diamana-mana menemukan kesesakkan, rasa itu semakin sesak setiap malam.
Sakit ini bertambah sakit, tangisan ini semakin deras setiap hari. Politik kalian membuatku sesak. Aku tidak sanggup lagi. Inginku berkata tidak baik kepada kalian. Sakit sekali rasanya. Jangan menggunakan politik kepadaku. Aku sudah bingung dengan diriku sendiri, malah kalian serang. Mau tak blokir ?
Ya kan, sesak sekali. Sudah menangis setiap malam, malah tetap sesak. Aku punya bisnis untuk kalian bersama yaitu membuat sebuah cafe gitu. Atau diskusi apa enaknya, nanti bisa dijadikan bascame cafe HmI. Setiap aku daftar ke lembaga lain, masa lalu membayangi bahwa diri ini tidak mampu, kalian membuatku bertambah sesak tau. Sumpah, aku tidak bisa berkutik lagi mau gimana.
Kepalaku pusing, langkahku tersendat, yang aku ingin kan menangis seperti dahulu saat seseorang meninggalkanku. Semuanya terasa sesak tidak bisa aku ungkapkan. Iya, aku masih belum menerima perkataan kalian, sungguh sesak. Ingin teriak kepada kalian bahwa aku pasti bisa sambil menangis. Emosiku tertimbun meledak ledak seperti bom waktu tapi, masih aku tahan karena memang kalian bukan siapa-siapaku jadi aku tidak berhak memarahi kalian semua.
Aku tidak akan menganggu kalian, namun tetap saja sesak.
Sesak sekali
Sungguh sesak, sangat sesak, benar-benar sesak.
OMG emosiku meledak-ledak ini.
Wow keren, semua stimulus kalian baru aku cerna dan sesak, sesak sekali rasanya.
Aku tidak kuat menerima pernyataan kalian masihan.
Sesak sekali
Sangat sesak
Tuhan kenapa ini
Aku sungguh tidak kuat
Dengan sesak yang telah engkau berikan
Setiap keluar sekarang mejadi blur
Sesak
Ngecembeng
Sesak sekali
Semua amanah menjadi p3a mejadi beban berat untukku
Baru tahu bahwa memang tanggungjawab itu sangat berat
Menampung kalian semua juga berat apalagi sesak yang ku rasakan
Emosikah ini ? atau butuh dirukhyah diriku ? kenapa sungguh sesak ya ?
Terlalu bawa perasaat sekali,
Rasanya aku mau meninggal sangat sesak beban yang telah aku terima
Teringat dengan janji janji masa lalu yang belum aku berikan
Misalnya, belum menghafal al quran
Terus banyak janji-janjiku yang belum aku selesaikan
Ternyata amanah dan tanggungjawab itu berat sekali
Aku baru menyadarinya sekarang
Mendidik kalian satu persatu juga berat
Kalian berbeda-beda tipe, kebiasaan, tingkah laku yang membuat aku bingung untuk memulai itu semua.
Kalian memang berbeda apalagi aku
Untuk mendorong kalian dan memotivasi juga membuatku sesak
Aku tidak mau kalian bersedih
Aku sayang kalian semua tapi, tidak tahu mulai dari mana
Aku ingin menghasilkan uang bersama kalian semua seperti
Keterampilan atau bisnis yang lebih besar di mojokerto
Kita saling bekerjasama untuk kemakmuran indonesia....
Setelah itu bisa kita salurkan ke rakyat miskin tapi, butuh kerjasama dan itu memang turun kelapangan tidak semuadah yang dikira...
Aku di rumah sudah lelah memikirkan harus membantu mama, ayah ini dan itu. Sekarang memikirkan tingkah kalian dan masa depan kalian. Berat sekali...
Itulah kenapa aku cinta sama ayah, ayah hebat bisa mengkomando semua rakyat sekecamatan dengan bijaksana. Ilmunya bisa aku tangkep nih. Tapi sek, masih pusing, mau menenangkan hati dahulu.
Menjaga hati wanita lain juga rasanya sangat sesak.
Aku mulai alay ya
Aku tahu sih, banyak cewek didunia ini dan banyak cowok didunia ini, kenapa aku harus pusing ya. Pasti ada yang mau dengan diriku yang seperti ini suatu hari nanti yang mencintaiku secara tulus dan tidak membuatku tidak nyaman.
Ada banyak sih, aku bisa melihatnya tapi, aku masih sesak dengan tingkah kalian, akting kalian yang sok peduli. Mulai deh.
Iya kata ayah, memang bersosial dengan siapa saja itu penting, oke aku terima. Aku masih memikirkan membersihkan rumahku ini yang banyak barang-barang tidak penting. Rasanya sesak hanya dalam pikiran. Selebihnya entah ini masih ngecembeng.
Menghilangkan baperku ini, sungguh. Sok tauku terlalu memang. Aku menganalisis secara tidak kasat mata. Hehehe
Kalian itu aku mencoba mengayomi tapi tidak sesuai ekspetasi.
Sulit ternyata terjuan ke lapangan (tepok jidat)
Lalalala
Aku harus baca buku,
Ku tak sanggup baca buku karena sesak.
Sesak memikirkan hmi
Sesak memikirkan kerjaan
Sesak memikirkan rumah yang berantakkan
Sesak memikirkan impianku
Sesak berjuta kesesakkan
Aku mulai paham bahwa aku baperan, kekanakkan, sotoy, galauan, terombang-ambing, komunikasi kurang jadi emosiku meledak-ledak tidak mau terima itu. Meyakinkan segala cara bahwa itu salah padahal itu menyakitkan.
Sesak
Sesak sekali
Aku butuh sorang psikolog
Sudah tidak sanggup menahan kesesakkan
Aku butuh psikolog untuk menerima apa yang kalian ucapkan yang menyesakkan ini
Oh tuhan jaga hatiku yang lagi sakit
Hatiku sangat sesak
Aku memikirkan masa depan kalian mau dibawa kemana ?
Memikirkan kalian nanti bisa tidak mencari uang. Kan padahal kalian punya keahlian masing-masing yang luar biasa.
Ingin gitu, mengetahui semua keahlian kalian
Lalu kita bekerja sama menyatukan dan membuat karya setelah itu kita bisa membagikan uang tersebut buat masa depan HmI kita. Dan kepada rakyat-rakyat yang kekurangan.
Terlalu besar ya mimpi ini ?
Sudah lah kalian masih ingin bersenang-senang
Mungkin aku butuh silaturaHMI dengan kalian semua.
Belum waktunya memikirkan itu.
Sekarang dijalani apa yang ada.
Terlalu baper dengan tingkah kalian yang masih gimana gitu.
Kalian itu bersikaplah yang baik, sopan, kepada lainnya. Itu masih dalam perspektifku. Mikiro masa depan. Oh pasti kalian memikirkan itu ya. Kan ngecembeng mikirin semuanya.
Hmmm hmmm nissa sabyan

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.