Bersedih Lagi


Memang benar, aku kekanakkan sekali. Rasanya sangat kecewa ketika orang lain seperti Pak Tri berkata bahwa aku tidak akan mendapatkan jodoh jika tidak mempunyai prinsip. Dan temanku rachmania juga bilang “Kau tak daimin aja”. Hatiku benar-benar ingin menagis, dunia kerja begitu keras.
Aku sangat kecewa kepadamu Pak Tri, kenapa kau bilang tentang jodoh yang tidak akan mendekat. Kau tidak berhak seperti itu, yang menentukan semuanya itu Allah. Untung aku mempunyai Allah untuk tempat curhat. Jika aku tidak mempunyai Allah, entah mungkin aku belum bisa memaafkan Bapak.
Rasanya, jika bapak tidak membutuhkan aku lagi, aku akan keluar saja. Aku memang kurang kompenten dengan manajemen pak. Iya sih, bapak simpatik, kalau lama kelamaan simpatik juga tidak bagus itu benar. Aku mencoba tegar disitu, karena memang dunia kerja. Aku mencoba berdamai dengan rachmania karena dia temanku SMA, memang sifatnya tegas dan suka memerintah. Aku memaklumi itu, tujuannya bagus untuk memajukan LBB. Yang tidak aku terima adalah perkataannya yang menasihatiku dengan tegas dan soal jodoh, rasanya hancur berkeping-keping.
Iya memang itu bukan soal bermain lagi seperti anak kecil dunia kerja itu. Setidaknya, jangan ungkit masalah jodoh. Aku sudah lelah dengan seorang cowok. Sudah capek dengan seorang cowok. Aku bahagia karena punya keluarga kedua yaitu HmI. Mereka semua baik padaku. Mencoba mengerti diriku, dan mencoba berhati-hati dengan segala ucapan mereka.
Aku menyayangi mereka seperti keluargaku sendiri. Aku bahagia ada mereka. Rasanya ingin ketawa lagi bersama mereka. Apalagi kalau Triidiot disatukan, mereka sangat unik bisa membuat gelak tawa. Mereka sempurna melengkapi satu sama lainnya. Aku baru tahu bahwa aku masih dalam “pengkaderan”. Tenang saja, aku nyaman kepada kalian, sudah aku anggap sebagai rumah keduaku jika aku stress memikirkan hal yang sepele.
Ingin curhat kepada kalian hari-hariku di tempat kerja. Terkadang, tidak memakai perasaan, tetap saja memakai perasaan. Terkadang merasa diri ini mampu, tetap saja merasa tidak mampu. Aku hanya kecewa kepada Pak tri bilang seperti itu. Aku kecewa mengungkit masalah jodoh. Rasanya bapak telah menghancurkan semuanya. Boleh bapak mengkritik kinerjaku yang seperti itu, masalah jodoh jangan diungkit, rasanya itu hal privasiku pak. Sakit banget mengingat hal tersebut.
Emang aku tidak pantas untuk dicintai, aku memang tidak pantas untuk menikah. Aku down lagi, butuh penghibur duka lara yaitu comedy. Menangis di kamar yang sempit dan sunyi, rasanya tidak ingin bertemu dengan orang di LBB, kalau tidak untuk tanggungjawab dan komitmenku pada LBB, mungkin aku mencari pekerjaan yang membahagiakan lainnya.
Makanya kenapa ingin menjadi seorang penulis, tidak bertemu orang-orang dan bisa bertemu dengan orang yang sama pikirannya denganku yaitu introvert. Butuh hiburan yang menyenangkan. Penat sekali hidup ini, dunia kerja memang lebih kejam dari dahulu. Seandainya ada teman cowok untuk curhat, aku takutnya mereka salah paham bahwa aku menyukai mereka atau mereka akan jatuh cinta padaku. Eaaa, itu terlalu alay sepertinya. Biarlah aku pendam semua duka laraku dalam blogku ini.
Agar menjadi bacaan untuk mereka yang selalu diremehkan, bangkit lagi, diremehkan bangkit lagi. Kalian tidak sendiri kok, ada aku nih silahkan curhat kepadaku jika kalian ingin berkeluh kesah, saya siap mendegarkan.
Berdamai dengan diri sendiri seperti berdamai dengan beban yang menumpuk.

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.