Bayiku diambil orang


Tidak ada yang mau jika seorang bayi diambil oleh orang lain, pasti itu. Begitupun juga aku, tidak ada yang mau jika seseorang mengambil punyaku. Terlalu egois ya ? Benar itu. Itulah hidup yang harus melihat kebahagiaannya bersama orang yang lebih baik daripadaku. Yang lebih sederhana, dan lebih intelektual.
Setidaknya, aku pernah menjadi teman yang lama dan mengenalnya. Itu sudah cukup menjadi sebuah kenangan yang ku simpan rapat-rapat. Mungkin, aku lebih baik dijodohkan saja karena dengan begitu aku bisa menerima ketetapanNya. Itu mungkin yang terbaik dan yang Allah kehendaki.
Setidaknya orang yang dijodohkan sama aku, dia harus bisa mendukungku secara finansial dan emosi untuk s2 ke luar negeri dan suka jalan-jalan itulah syarat wajib syahnya juga tidak mengekangku kemanapun aku mau. Satu lagi, dia harus jujur dan tidak menyakitkan yaitu dengan mengola kata-katanya seperti kanda tejo, dia jujur, menyakitkan, apa adanya, dan aku bisa terima itu. Dia mengatakan di awal kalau “Menerutku”, “sepengetahuanku” itu bisa ku terima. Aku malu, kalau ketemu dia pasti ingin nangis mulu. Wkwkwk
Akhirnya, aku praktek untuk berhubungan dengan manusia satu dengan lainnya itu bagaimana. Aku kerja di aqila course, banyak orang-orang disitu, walaupun aku tidak cekatan setidaknya aku diperlukan disitu. Aku suka dinasihati, diberi saran agar aku lebih baik lagi sih.
Sekarang, aku berpikir terbuka dengan segala sesuatunya walaupun aku masih suka cengeng tidak jelas atau suka membandingkan ku dengan orang lain. Mungkin, kesalahanku adalah suka membandingkan aku dengan orang lain padahal aku punya kelebihan yaitu aku suka bersahabat dengan siapapun, aku suka dimintain tolong dengan siapapun dan aku selalu berpikir positif terhadap orang lain. Aku ingin memberikan mereka senyuman agar mereka bahagia tanpa beban yang dirasa.
Aku mempunyai luka,
Luka itu terkadang membayangi
Padahal mereka tidak berpikir seperti itu
Yaitu masa laluku
Entah kenapa, aku ingin membuktikan kepada mereka orang sepertiku dulu loh bisa pergi keluar negri, bisa s2 di luar negeri walaupun itu terjatuh bangkit lagi , terjatuh bangkit lagi. Terkadang selalu gagal dalam wawancara, mungkin karena mereka melihatku tidak mengola kata-kataku dengan baik dan terlihat kekanakkan, yang mengujiku adalah seorang psikolog jadi tahu dengan pengelolahan kata.
Yang ingin aku perbaiki dalam tes s2 yaitu
1.      Bahasa inggris
2.      Pengelolahan kataku yang baik jika saat wawancara
3.      Berpikir logis, dewasa dan kritis alias lihat sisi negatif orang
4.      Tau batasan-batasan antara aku dengan orang lain
5.      Meminta maaf jika salah
Yang tidak akan aku hilangkan adalah :
Selalu jujur kepada orang lain, karena aku ingin melihat orang lain bahwa inilah aku dengan segala luka yang pernah terjadi.
Aku bahagia ketika guru masa laluku SMA yaitu pak agus bilang bahwa “aku sudah banyak berubah”. Rasanya hatiku bahagia mendengar perkataan beliau.
Yang harus dihilangkan adalah sifat kekanakkanku perlahan dengan perlahan. Dan melihat kondisi sekitar.
Aku tahu bahwa sekretku kurang sekali. Berbeda dengan dinamika surabaya yang benar-benar bagus dengan sisi intelektualnya yaitu membaca, diskusi, dll.
Apa aku harus membuat ppt tentang materi tersebut lalu aku share kan kepada mereka alias membuat kajian gitu ya. Kalau presentasi didepan mereka pasti grogi masihan, harus berpikir bahwa “Aku pasti bisa”. Masa lalu ya masa lalu, toh mereka sudah bahagia dengan kehidupan mereka masing-masing.
Apalagi rastra atika, dia bahagia dengan suaminya jalan-jalan kemana-mana.
Lalu, arfan dia sudah punya istri.
Duh mereka yang sudah menggodokku di SMA sooko telah sukses alias mempunyai uang lalu nikah. Jadi pengen.
Pengen itu bukan berarti segera, belum ada yang bisa meyakinkanku.
Mungkin nanti di aqila course bertemu jodoh. Aamiin.
Akan aku ceritakan semua keinginanku ke dia jika dia ingin itu semua. Hi hi hi
Sekarang, aku terbuka dengan segalanya.
Silahkan menasihati apapun, menggodokku apapun, aku terima itu dengan logis.
Kata kanda tri “Bagus itu organisasi HmI”
Kanda tri bilang begitu, rasanya menyenangkan bisa bergabung dengan kalian.
Terimakasih telah menghargai kekuranganku.
Terimakasih telah mencoba mengertiku.
Terimakasih telah membuatku menangis.
Terimakasih telah membuatku tersenyum
Terimakasih telah menasihatiku
Terimakasih tri idiotku.

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.