BAPERAN


Baperan
Aku tidak paham harus bagaimana. Betul kata seseorang bahwa, aku kurang dalam komunikasi juga baperan dan nyentakkan sekaligus emosian. Semakin aku dibenturkan oleh sesuatu semakin aku ingin menjauh.
Itulah kenapa aku ingin belajar bersosial sehingga dapat berpikir logis dan tidak terombang-ambing oleh sesuatu. Semua kata-kata kalian selalu aku ingat sehingga, berhati-hatilah dengan kata-kata kalian. Hehehe
Aku hanya teringat pada seseorang yang meminjamkan hpnya untukku juga memperhatikanku secara perlahan. Akan tetapi, ada orang lain yang akan terluka jika hal itu terjadi. Entah apa ya maksudnya. He-he-he
Sebenarnya, aku adalah seorang cewek yang tidak bisa apa-apa. Egoku sangat besar juga emosian. Dan aku selalu menganggap diriku “Sampah” sehingga, hal tersebut membuat aku tidak peka terhadap keadaan sekitar.
Selalu aku batin semua hal yang ingin aku ungkapkan.
Kepada seseorang, aku ingin berpesan bahwa sholat itu hal wajib jadi laksanakanlah sholat karena dengan sholat in sha Allah rezeki akan mengalir. Untuk seseorang lagi, engkau telah mengerti pola pikirku sehingga, kita bersahabat saja sehingga, kau akan mendidikku supaya berlogika.
Aku cewek sangat jahat, karena terkadang egoisku memuncak dan terkadang aku tidak suka disalahkan. Sikap dan tingkahku tidak pantas untuk ditiru dan bicaraku juga belum aku olah sama sekali.
Menjadi kabid P3A membuatku sangat bahagia mempunyai wewenang untuk mengayomi sekret. Aku bahagia telah mengenal kalian. Kalian mencoba untuk mengertiku terimakasih banyak. Walaupun umurku lebih tua dari kalian, kalian memanggilku war saja, aku berterimakasih untuk itu.
Aku tidak bisa lebih kepada kalian karena aku menyayangi kalian seperti adikku sendiri. Aku menyayangi kalian semua seperti keluargaku sendri. Sebenarnya, aku tidak bisa apa-apa. Aku hanya bisa menghayal mimpi itu terwujud dan selalu gagal di event2 saat wawancara juga saat bersosialisasi.
Itulah kenapa aku masuk HmI agar aku bisa berpikir logis dan penyelesaiannya bagaimana untuk diriku yang masih baperan dan kekanakkan. Aku minta maaf karena aku hanya bisa bersahabat saja tidak lebih karena di HmI, kita berteman lebih dari saudara. Itu saja sudah membuatku bahagia.
Kalian semua perjalanan masih panjang.
Aku hanya bisa menyayangi kalian seperti adikku sendiri.
Aku ingin menghadapi orang yang lebih tua bagaimana
Orang yang sepantaran bagaimana dan orang yang kecil juga bagaimana. Aku membutuhkan ilmu tersebut yaitu komunikasi.
Aku tidak bisa lebih dari sahabat kepada kalian karena kalian masih panjang perjalanannya. Karena menikah itu butuh uang, dan butuh kasih sayang. Aku bisa menyayangi kalian, uang yang belum aku punya.
Aku masih mencoba berdiri sendiri dalam kebatinan yang aku rasakan.
Hidupku stagnan, tidak merasakan apapun.
Hampa
Mungkin butuh bergabung dengan kalian lagi.
Ingin kumpul-kumpul dan ketawa dengan kalian lagi.
Maafkan daku yang sok pintar dan sok segalanya padahal, aku tidak bisa apa-apa. Tidak tahu tempat untuk membeli alat dapur atau memasakpun juga belum tidak tahu. Tolong perlakukanku sebagai sahabat kalian. Itu sudah cukup.
Kalian semua terimakasih ya
Eh perlakukan aku sebagai sahabat kalian.
Aku bahagia bertemu dengan kalian semua. Biarpun aku cengengan, setidaknya aku punya tempat untuk berkeluh kesah yaitu HmI.
Untuk seseorang, jadilah tempat curhatku dimana aku lagi baper kepada cowok-cowok di sekret. hehehe
Eh, aku kok sok tahu ya. Aku hanya merasa saja bahwa kalian sungguh peduli padaku padahal aku sangat emosian kepada kalian.
Aku sudah capek dengan sikap cowok.
Lebih baik kita bersahabat lebih dari saudara sehingga, kita bisa saling melengkapi satu sama lainnya. Sejujurnya, memang aku tidak bisa apa-apa. Aku memasakpun masih lihat internet, juga membeli ataupun apapun itu masih suka melihat internet.
Aku selalu terombang-ambing oleh sesuatu.
Untuk seseorang, jangan baperin aku mengajakku ke paralayang. Kamu itu masih seumur jagung, nek misal kita menikah pasti kamu ditanya oleh ayahku umur berapa, lah pasti Ayahku mikir tentang hal itu. Karena yang harus dilewati itu adalah Ayahku bukan aku. Hehehe. . .
Tolong beri aku benturan lagi agar aku dewasa dan logis. . . .

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.