Arigato


Terimakasih kepada Kanda-kanda memberiku stimulus.
Bisa aku tarik kesimpulan bahwa mereka memberiku bermacam pandangan agar aku bisa berpikir layaknya seseorang lainnya.
Aku akan bercerita setiap cowok dan apa yang aku rasakan ketika bersama mereka.
Pertama adalah
Kanda Tejo
Dia menurutku berjiwa bebas. Setiap aku bersama dia, rasanya ingin menangis terus. Entah kenapa mungkin karena dia selalu memberikan perkataan yang membuatku teringat masa laluku. Sudah dua kali aku menangis didepannya.
Dia cowok ceplas ceplos dan sebenarnya aku ingin menjauh dengan tipe cowok seperti ini karena perkataannya selalu benar, bertentangan dengan hatiku. Kalau dia bilang “Cara berbicaramu tidak seperti anak organisator”, rasanya hancur berkeping-keping. Dia tidak tahu jatuh bangunnya aku memulai dari awal, bangkit memulai dari awal lagi.
Sebenarnya tipe cowok seperti ini ingin aku hindari, kenapa ? Karena tipe ceplas ceplos yang selalu menyakitkan. Dan membuatku selalu ingin menangis di depannya. Ingin sekali, mengatakan bahwa “Aku tidak selemah itu. Aku bisa kok menjadi “Vivi yang kuat”. Ketika perkataan menyakitkan muncul dari mulutnya “hancur berkeping-keping”. Itulah kenapa aku selalu ingin menangis di dapannya.
Ingin berteriak “Aku tidak separah itu, tapi, aku tidak setegar itu”.
Ingin sekali bergaul dengan kanda yang selalu membuatku menangis.
Kedua adalah
Ketum
Dia tipe cowok yang membuat diriku selalu percaya diri karena dia lucu (menyenangkan). Membuatku ingin tersenyum dan semangat lagi menjalani dunia hari itu. Dia bisa serius dan bisa bercanda. Suka sekali kalau dia lagi bercanda dan menyeramkan kalau lagi marah.
Kalau aku lagi kalut, aku ingin bertemu ketum supaya bisa ketawa terus.
Hal yang menyebalkan bersama ketum ketika dia paham kalau aku lemot orangnya kalau berbicara tentang sesuatu. Alias kurang nyambung karena kurang komunikasi. Memang benar sih, tapi ketum mengucapkan hal tersebut dengan spontan dan membuatku merasa “Oh iya ya.”
Yang ketiga adalah
Mas reza
Dia tipe cowok yang berpikir kritis sekali. Ketika dia bilang kalau aku membantu ketum mengerjakan skripsinya, dia bilang “jangan-jangan dia ingin direkomendasikan ke cabang makanya mendekati mu tum.” Sebenarnya, itu pikiran negative mas reza, aku ingin membantu memang meringankan beban ketum tapi, ya ingin sih direkomendasikan.
Semua ocehannya itu “Makjleb”. Dia super detail dalam hal memberikan penilaian.
Jika ingin berdebat dengan dia sepertinya menyenangkan sekali. Super detail dengan pikiran suudzon dan khusnudzonnya.
Kalau normal bisa nih berdebat sampai detail-detailnya.
Yang terakhir adalah
Mas zen
Dia tipe cowok yang memotivasi orang lain. Dia sudah berjiwa pendidik, pantes jadi guru memang. Suka sekali dengan kepercayaannya untuk memberikan amanah kepemimpinan. Ini yang selalu bisa memotivasi, seorang introvert membutuhkan seorang pendidik seperti ini karena kepercayaannya kepadaku untuk berkembang.
Hal yang sensitif bagiku ketika dia sedikit menyepelekan orang lain. Gimana ya menjelaskannya, sepertinya dia orang yang “Ya udah tidak masalah itu”.
Maksudnya “Tidak usah memikirkan hal itu”
Bagus sih, kalau memikirkan orang lain memang tidak penting.
Itu tipe pejuang menurutku.
Jadi, bisa aku simpulkan.
Jika aku lagi ingin menguji mentalku, aku akan ke kanda tejo agar bisa memperbaiki masa laluku karena dia tipe orang yang bisa membuatku selalu menangis.
Jika aku lagi ingin senyuman dan candaan, bisa ke ketum karena dia lucu dengan segala tingkahnya.
Jika lagi normal, aku ingin berdebat dengan kanda reza karena dia punya pemikiran diluar dugaan yaitu suudzon dan husnudzon.
Jika butuh motivasi, aku ingin meminta tolong kanda zen karena dia pemotivator yang berjiwa penolong.
“Berjuta keindahan di sekretku!”
Terimakasih atas bantuan kalian untuk membuat pikiranku terbuka. Perlahan tapi, pasti aku akan terus belajar bersosial. Jika suatu hari nanti aku berhasil, aku tidak akan melupakan jasa kalian "Hijau hitamku".
Love love u always.

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.