Tipe yang Aku Suka


Tidak habis pikir, baru tahu bahwa tipe yang ku suka sama. Dia sama-sama menyukai kebangsaan. Dia juga sopan kepada orang lain. Lembut cara bicaranya dan itu pada dua orang yang telah aku kagumi.
Senyuman mereka juga manis sekali. Dan aku baru tahu bahwa mereka suka cewek yang lembut bukan ceplas ceplos sepertiku. Terlihat bahwa mereka suka yang menjaga mulutnya. Mungkin itulah Heru tidak berkehendak mencintaiku, dan juga orang yang aku kagumi ini.
Orang yang aku kagumi ini juga menjaga mulutnya agar tidak berbicara yang jelek-jelek bisa dibilang dia sopan seperti Heru. Aku tidak menyangka, aku menyukai orang yang bertipe sama dan aku bukan pilihan mereka.
Sehingga, aku harus merubah diriku. Sejujurnya, aku tidak tahu bagaimana untuk merubahnya. Aku perlu bimbingan, terkadang mulut ini dengan tidak sadar berbicara seperti itu. Pernah, Heru kena sentak an ku. Ketika aku menyentak itu berarti aku sudah nyaman dengan orang tersebut.
Sepertinya, aku tidak bisa memiliki mereka, karena aku bukan tipe mereka. Aku bisa merasakan hal tersebut. Sehingga, aku akan s2 saja menambah ilmu dan tidak memikirkan apapun. Sebenarnya, ingin membahagiakan mereka tapi, kalau bukan tipenya mau bagaimana lagi. Sudahlah.
Persamaan mereka berdua juga, ilmu agama mereka juga banyak sehingga, cocok buat dijadikan seorang imam. Sepertinya mereka juga sangat sabar kepada seseorang dan jika hati mereka tidak berkehendak mencintaiku sepertinya tidak akan bisa masuk dalam hidup mereka. Sungguh keren Tuhan memperlihatkan bahwa aku menyukai tipe sopan.
Ingin sekali cepat-cepat kuliah di ITS agar bisa terlepas pikiran dari mereka berdua. Harus belajar lebih giat lagi agar mendapatkan beasiswa. Harus yakin sih akan mendapatkan beasiswa, kalau yakin in sha Allah, Allah akan mengabulkan.
Aku ingin dibimbing mereka berdua, orang yang aku kagumi cara menjaga mulut mereka dan tingkah laku mereka. Mereka idaman wanita di kalangannya. Kata Erwin sih, banyak yang suka sama Heru, dan satunya ini juga banyak yang suka terlihat dari facebook dan ignya.
Yang aku tidak sadar bahwa kebangsaan mereka sama-sama tinggi. Wow, mereka sepemikiran dan setingkah laku. Aku tidak akan bisa mengetuk hati mereka. Setidaknya pernah ngobrol dengan mereka berdua biarpun tidak memiliki.
Aku tidak sedih lagi kalau orang yang aku sukai tidak bisa aku miliki karena aku sudah memasrahkan hatiku untukNya. Suatu hari nanti akan ada yang mengetuk hatiku yang tebal ini. Yang akan meluluhkan hati ini, karena kalau aku tidak suka orang ya aku tidak suka. Sama dengan mereka, kalau hati tidak berkehendak ya tidak bisa.
Itulah kenapa jangan coba mendekatiku jika aku tidak suka. Aku akui itulah kejelekkanku. Dari dahulu sampai sekarang, jika aku bilang tidak suka ya tidak suka bagaimanapun perjuangan orang tersebut. Entah kenapa bisa begini, aku juga bertanya-tanya. Inilah salah satu kejelekkanku dari dahulu.
Jangan mencoba mendekatiku lebih, kau akan menemukan kejelekkan lebih dalam. Kejelekkan yang aku dan Allah yang tahu. Aku akan bercerita sedikit demi sedikit agar menjadi koreksi untuk kalian dan juga diriku di masa depan.
Bisa dibilang aku cewek keras kepala, jadi agak susah untuk merubah ketidak sukaan menjadi kesukaan. Mungkin Allah ingin memberi hidayah kepadaku dari Heru dan satu lagi bahwa aku tidak bisa memaksakan kehendak hati mereka. Atau Allah ingin bercerita kepadaku bahwa aku harus menerima jodohku kelak siapapun itu. Dan aku takut atas semua itu. Bagaimana jika jodohku itu tidak yang aku inginkan ?
Padahal aku ingin dicintai oleh orang yang aku kehendaki. Dan orang itu suka cewek yang bisa menjaga ucapannya, aku bisa tahu itu. Bisa dibilang, mereka berdua dewasa, dan sensitif kepada orang lain. Salut banget buat mereka berdua, mereka hampir mirip, itulah aku jatuh cinta pada orang tipe tersebut.
Mereka juga sama-sama suka pendakian, wow luar biasa aku menyukai tipe yang sama. Mereka juga suka dunia kepenulisan, wow luar biasa mirip sekali. Tipe mereka juga pasti bukan diriku. Oh Tuhan, kau mencambuk diriku untuk kedua kalinya. Kau luar biasa Tuhan, memberiku hidayah lewat mereka.

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.