Senjaku

Aku Cantik!

Aku akan bercerita hari-hari dimana penuh dengan depresi. Dan bagaimana sih aku menanggulanginya, terkadang depresi itu datang kembali sih. Bisa meminimalisir sedikit demi sedikit depresinya.
Jika kalian mengalami sebuah depresi, kenali dulu apa sih yang membuat kalian depresi itu. Semakin kesini aku tahu depresiku itu karena apa. Dari dahulu sampai sekarang depresiku masih sama yaitu cinta. Iya, aku ingin dicintai oleh orang yang aku cintai. Aku ingin disayangi oleh orang yang aku sayang. Penyebabnya adalah ketidakpercayaan diriku selama ini.
Tanyakan kepada teman terdekatku, selalu masalah dari dahulu adalah tentang cinta. Cintaku selalu “ditolak” jadi aku menganggap diriku begitu tidak berharga. Terkadang membenci seorang cowok, kenapa selalu cowok yang aku suka membenciku.
Hanya satu orang yang sangat baik kepadaku. Dia adalah kasang heru cokro febrianto. Dia seorang temanku waktu SD, dia tahu siapa diriku, dia tahu hidupku bagaimana dan dia tahu sifatku seperti apa. Jadi, dia membantuku untuk memperbaiki diri. Memperbaiki pandanganku tentang dunia ini termasuk seorang cowok.
Aku akui, dia baik sih walaupun hatinya bukan untukku. Aku tidak membencinya, karena dia sahabat kecilku. Dari dia, aku peroleh keterbukaan kepada seorang cowok dan penerimaan bahwa diriku ini unik. Walaupun terkadang terjatuh lagi, dan bangkit lagi.
Ketika aku mengatakan pertama kali bahwa aku suka Heru, jantungku berdegub kencang seperti mau meledak. Heru hanya bilang “Aku menjaga hati war”. Dan aku baru tahu dia menjaga hatiku. Dia bukan cowok polos, aku baru tahu.
Polos pada diriku, entah itu baik atau tidak, bagiku itulah kelebihanku. Aku sudah mempunyai keputusan hari ini, aku tidak mau Heru menjadi suamiku karena dia menurutku agak-agak PD bisa mendapatkan semua wanita cantik seperti Mila. Aku yakin dia tidak bisa mendapatkan Mila karena dia tidak ganteng. Her, berkacalah dulu dirimu, carilah yang biasa saja. Maafkan aku, karena aku muak denganmu tidak menerima diriku yang sangat imut ini.
Malam ketika sakit merajalela, aku menangis sesak didalm dada. Kau tahu, aku mencoba untuk bangkit paginya. Yang aku rasakan hanya hampa tidak merasa apapun selama beberapa bulan lamanya. Terkadang tangisan ini masih ada disetiap malam sih, dan aku mencoba tidak untuk membencimu karena kau itu sok baik kepadaku. Padahal jika kau kembali padaku entah aku mau menerimamu atau tidak, itu tergantung dari kehendak Allah. Yang jelas aku mulai tidak mau kau menjadi suamiku.
Walaupun aku terus berdoa untukmu tapi, aku tidak ingin kau mengisi hari-hariku karena senyumku dahulu telah kau hilangkan menjadi tangisan beku. Kau tahu, aku sulit menghirup udara indah ini, aku sangat sesak sekali dan aku tahu kau pasti tahu itu. Apalagi kau menulis status “Berjuta keindahan yang terakumulasi menjadi Kau” menjadi bumerangku untuk tidak menerimamu lagi dalam hidup ini. Kau telah mengilangkan kepercayaanku padamu. Kau telah menambah rasa sakit ini yang lebih dalam. Kau tahu, aku membencimu karena kau cowok pecinta cewek cantik terbukti bahwa kau jelalatan. Terbukti bahwa kau memperjuangan Mila yang cantik padahal aku lebih cantik dari dia, itu menurutku sih.
Walaupun dunia mentakdirkan kita untuk bersatu, aku tidak mau lagi untuk menerimamu. Kau telah menyakitiku, bagaimana bisa seorang cewek yang telah disakiti menerima lagi seorang cowok ? Aku bukan wanita yang gampangan seperti itu ya her. Meskipun kau baik padaku, logikaku tidak mau menerimamu walaupun hatiku menginginkan itu. Kau harus sadar bahwa kau itu tidak seganteng yang kau bayangankan tapi, juga tidak sejelek yang kau pikirkan. Intinya, i hate u.
“Berjuta kejelekkan terakumulasi menjadi Kau”
Lucu tidak ?
Dari awal sampai hari ini kenapa ceritanya selalu tentang Heru ya ? Padahal ingin bercerita tentang dimana aku depresi loo, eh merambat kedalam lingkup ini lagi. Duh.... (Menyeringai).
---Senjaku---

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.