Rasa Percaya Diri

Ada Allah yang akan mendengarkanku


Bisa dibilang, mudah sekali down dengan sesuatu. Harus belajar lagi tentang dunia luar karena mental ini seperti tempe. Berkisah kembali tahun 2018, ketika down merawat Ayah, kau datang menyemangatiku. Ku akui, masa-masa itu membuatku senyum-senyum sendiri, berdebar, tidak karuan aneh karena aku sudah mengakui bahwa aku menyukaimu.
Ketika mengirim teks kepadamu, jantungku selalu berdebar. Entah karena suka atau takut kau tidak membalasnya. Seperti anak smp yang jatuh cinta. Lucu sih, bercampur aduk. Kau tahu, selalu aku menunggu saat mengirim teks denganmu. Entah itu pembahasan tidak jelas, pembahasan yang jelas bahkan aneh.
Aku mengingat setiap kata yang kau ucapkan, bahkan penolakkanmu saja aku ingat detail. Kenapa aku ingat? Karena aku mengharapkanmu untuk menjadi suamiku. Itulah inti dari hatiku. Senyummu dari dahulu sampai hari ini sangat manis, begitu manis tidak bisa aku jelaskan. Apa kau selalu begitu pada setiap cewek ? Atau hanya kepadaku saja ? Ah, mungkin pada setiap cewek begitu.
Aku telah gila, mengingat ketika memegang punggungmu saat bergoncetan denganmu. Apa kau tidak merasakan kehangatanku disaat itu ? Ingin sekali waktu itu, memelukmu, ingat bahwa kita belum mukhrim. Gila sekali saat itu. Membuatku senyum-senyum sendiri kan. Tahu bahwa kau bukan romantis, sebenarnya kau cowok yang sangat romantis loo, aku tahu itu.
Aku tahu ketika kau menulis status ig “Berjuta keindahan yang terakumulasi menjadi “Kau”.” Sumpah, itu sangat sakit bagiku. Aku tahu, itu bukan untukku. Kau menghancurkan hati terdalamku. Kau membuat rasa percaya diriku down lagi. Terasa aku tidak bisa lagi menatap matamu bahkan orang lain.
Aku kira, kau telah menelusuri diriku, kau tahu penderitaanku selama ini. Aku kira, kita akan berjuang bersama-sama menyemangati satu sama lainnya. Aku tahu, prinsipmu tidak akan memberi harapan kepada cewek kalau belum serius jadi, selama ini kau bermain-main denganku ? Kau tahu, memikirkan itu lagi terasa perih.
Karenamu aku bahagia dan karenamu juga aku tidak bisa lagi menatap mata seorang cowok. Rasa percaya diriku sedikit down bisa dibilang perlu pencerahan lagi. Kau selalu membuat air mataku menetes setiap hari. Mungkin karena perkataan penolakkanmu yang terhormat atau kenangan di kawah ijen itu. Kapan aku bisa melupakanmu?
Kenapa kau begitu jahat telah melupakanku? Aku selalu mengharapkanmu di setiap doa agar kita suatu hari nanti berjodoh. Itu mungkin yang masih sangat mengganjal. Sudah gila diriku diperbudak cinta, bahkan logikaku sudah berkerja. Sudah bisa menahan ego sih, seperti menahan untuk mengirim teks kepadamu, menahan untuk melihat fotomu, menahan untuk mengkepoin Mila dan menahan semuanya.
Kau tahu bahwa berharap kau membaca tulisanku ini. Agar kau tahu bahwa im little crazy about you. Aku belajar masuk ke dalam duniamu tahu. Dunia sosial, dunia dimana kau telah lama bekecimpung disitu. Sebenarnya, sedikit goyah dengan duniaku. Aku mau belajar disitu dengan tertatih-tatih tahu. Dimana, aku berdiskusi dengan orang banyak yang mengharuskan mengeluarkan energi begitu besar. Mudah sekali energiku habis karena itu, sehingga, mataku bingung mau menatap keamana ingin mengisi energi dengan menyendiri lagi.
Seru sih berada dalam duniamu. Dunia yang begitu banyak karakter, begitu banyak mau tidak mau, sadar tidak sadar mendalami dunia mereka yang unik. Ada yang sepertiku seorang introvert tapi, dia sudah menjiwai dunia luar menjadi seorang bijaksana sepertimu. Dia juga hangat kepada orang lain, tidak membeda-bedakan orang lain. Ketika dapat masalah, lebih dipendam, ditanya dia cerita tapi, bukan seluruhnya. Dia adalah ketum HMI Kom J. Wardana.
Bermacam-macam jiwa hangat disitu. Ingin aku ceritakan semua kepadamu. Datanglah ke rumahku her. Begitu banyak yang ingin aku ceritakan. Begitu banyak isi dikepalaku menatap dunia ini. Duniamu yang begitu berwarna. Sekarang liburan, Apakah kau tidak ada rencana untuk bertemu denganku? Hmmm ajaklah bertemu diriku sebagai seorang sahabat.
Sebenarnya, ingin mengajakmu tapi, aku menahannya karena aku tidak mau mengusikmu lagi biarpun kita bersahabat. Hei sahabatku, tanya Kenyut alamat rumahku, datang ke rumahku main sini loo. Ajak aku berdiskusi tentang dunia sosialmu. Ajak aku berdiskusi tentang kepekaanmu masalah Indonesia. Beri tahu aku semuanya, aku juga ingin mengetahuinya tanpa berucap.
Jika kau memberi tahu semuanya. Mungkin duniaku berubah karenamu. Isi kepalau akan lebih berwarna tentang duniamu. Dunia tanpa memikirkan diri sendiri, dunia yang selalu ingin bermanfaat untuk umat. Aku ingin mempelajari dunia itu. Intinya aku ingin bertemu denganmu lagi. Oh Tuhan, kenapa aku begini ?
Aku tidak mau, dia terpaksa menemuiku karena kasihan kepadaku. Tidak mau, dia bersahabat denganku karena kasihan kepadaku. Eh, sepertinya tidak begitu dirimu. Kau cowok tegas dan lembut jadi digabung menjadi apa adanya.
Ketika kau mengelike statusku tentang “Kesalahan terbesarku adalah mencintaimu tapi, tak berfikir tentangmu.” Kau salah tentang itu semua, aku telah mendalamimu. Aku tahu, hidupmu sangat berat tapi, kau selalu tertawa. Kau tutupi itu semua di dalam relung hatimu sehingga, orang lain tidak bisa melihat itu.
Ketika ada orang lain bisa membahagiakanmu, dan itu bukan aku. Aku merelakanmu untuk dia karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga. Aku tahu, Mila mirip denganmu, jiwa sosialnya besar dan perhatiannya kepadamu juga besar. Bukan berarti aku tidak perhatian dengan tidak membalas status whatsup mu, aku tipe pemikir bukan perayu. Dalam jiwaku, ingin selalu komen pada statusmu tapi, aku tahan semuanya karena aku takut kau membenciku. Sebenarnya, ingin tahu lebih banyak duniamu. Bawalah aku ke dalam duniamu, ajaklah aku melihat indahnya duniamu. Aaaaaaahhhh
Sedikit gila memikirkan duniamu yang rumit itu. Begitu banyak kesedihan tapi, tidak terlihat dimatamu karena kau pandai menutupi itu semua. Apa sulit masuk dalam duniamu itu? Masuk dalam imajinasimu yang rumit? Izinkan aku masuk dalam duniamu, agar aku bisa menghapus kesedihanmu sedikit demi sedikit. Aku berjanji tidak akan membebanimu dengan menyuruh menikahiku lagi. Bagaimana caranya ? Aku tidak tahu.
I miss u her,
Yes, im always miss u,
Hatiku yang berkata itu loo
Pikiranku juga sih
Aku rindu tertawamu, senyummu dan hangatmu.

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.