De Javu

Pasti bisa strong!

Aku baru menyadari bahwa aku sering down jika sesuatu menimpaku alias tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan. Mungkin, aku bakal menangis meratapi diri ini yang tidak mampu menjadi sempurna. Alias mentalku mudah down jika seseorang menyalahkanku. Entah kenapa aku tidak mau disalahkan alias dijelek-jelekkan.
Aku baru tahu bahwa sebenarnya aku tidak suka perlakuan mamaku terhadapku. Mungkin ini dilema dari semua mahasiswa yang sudah lulus kepada orang tuanya. Mereka mengharapkan anaknya menghasilkan uang untuk mereka. Cobaan hari ini membuatku sadar bahwa aku belum mampu mengajar pada materi matematika.
Materi yang telah aku pelajari di kampus bukanlah materi di sekolah sekarang ini sehingga, menurutku kuliah itu tidak berguna. Kalau menurutku memang organisasi itu perlu untuk masyarakat dan diri sendiri. Aku baru paham apa yang diinginkan Heru. Mentalku kurang ternyata, aku tidak sanggup lagi jika orang lain memandangku rendah, sudah dari dulu memang aku rendah tapi, jangan pernah merendah-rendahkanku, memang kenyataan aku rendah.
Aku ingin berteriak kepada semuanya,
“Apa aku salah menjadi seperti ini?”
“Kenapa aku yang selalu disalahkan?”
Iya, aku tidak suka cemooh dari orangtuaku terutama dari Mama dan Ayahku. Aku sangat lemah jika mereka menceramahiku bahwa aku tidak bisa apa-apa. Rasanya, beribu sakit yang telah tertusuk pada seluruh tubuh ini. Aku tidak mampu lagi hidup jika tidak bisa membahagiakan orangtua.
“Apa gunanya hidup jika orangtua tidak bahagia jika ada aku?”
Makanya, kenapa aku ingin nikah dengan seseorang yang mau menerimaku dan berani memintaku pada Ayahku. Kebanyakan mereka tidak berani karena Ayahku dulunya adalah manta Camat. Aku benar-benar tidak tahan di rumah sebenarnya, aku ingin menikah dan keluar dari rumah ini agar aku bisa mengeksplor diri ini kemana-mana.  Jika ada yang memintaku kepada Ayah, siapapun itu aku mau menerimanya karena aku sudah lelah dengan cemooh Mamaku. Aku tidak sanggup mendengar perkataan itu setiap hari, aku tidak sanggup.
Kau tahu...
Perkataan Mamaku sangat menusuk hatiku yang terdalam, aku tidak sanggup jika ini terus-terusan terjadi. Sebenarnya, aku mudah sekali jatuh cinta kepada cowok, tapi cowok yang serius untuk meminta kepada Ayahku belum aku temukan karena jika menghadap Ayahku siap-siap diberi pertanyaan banyak.
Mungkin kakak-kakak di komisariat sudah tahu sifatku yang seperti ini sehingga, mereka sudah tidak merendahkanku lagi. Terimakasih banyak atas segala yang diberikan. Maafkan aku tidak bisa menjadi kader yang diinginkan. Sifatku yang sering down atas sesuatu alias mental yang kurang ini, semoga suatu hari nanti kakak-kakak bisa memberikan motivasinya agar diri ini selalu semangat.
Tadi, setelah aku melewati banyak cobaan. Paraktek mengajar di primagama, rasanya kikkuk dengan materi yang kurangku pelajari. Ada kebahagiaan dikit sih, disana ada mas-mas tentor yang dahulu aku kagumi, lupa namanya siapa. Masnya tetap saja ganteng dan baik juga lucu. Dia tentor matematika, aku masih kagum sama kebaikan hatinya. Mudah sekali aku kagum dengan seorang cowok, entah kenapa. Masnya sudah punya istri belum ya ? Pikiran kemana-mana. Dahulu sih, katanya masnya homo, masak sama aku nanti tidak mau ? wkwkwkw. Kebaikkannya terpancar dari cara dia memberikan guyonan, bisa belajar matematika kepada masnya nih. :’)
Sekarang aku paham, dunia itu begitu sempit. Bertemu lagi dengan tentor yang aku kagumi tanpa sengaja disela-sela cobaan yang terjadi. Suatu kebahagiaan tersendiri, mungkin kalau dilamar masnya gak apa-apa karena dia baik dan lucu juga tampan. Kalau Heru mah memang lebih sih karena Heru agamis, sosial, dan lain-lain. Mungkin Heru belum waktunya menikah karena di Fakultas Teknik Pertanian itu membutuhkan waktu lama untuk lulus sehingga, kemungkinan menikah itu belum ada tapi, proses pencarian.
Aku heran,
Dunia sempit ya
Bertemu dengan mas lucu lagi dan baik
Duh senang bisa ngobrol dengan tentor yang dulu pernah menghayal bisa tidak bertemu kembali. Eh, ternyata eng ing eng bisa :’) Tuhan maha bercanda. Semoga saja aku keterima di Primagama dan bertemu dengan mas yang ku kagumi. Siapa ya namanya, lupa aku ?

2 comments:

  1. Ngomong ngomong soal introvert,,,apa iya kebanyakan indigo adalah orang introvert?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm gak mesti deh. aku bukan orang indigo. kamu introvert dan indigo ?
      kontak person kamu berapa ?
      aku perlu bantuan buat privacy, dll biar di terima google ads . tolong dunk.

      Delete

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.