Cintai Aku dengan Sederhana

Aku adalah aku!



Setelah memikirkan semua, akhirnya aku berhenti untuk memikirkan cowok. Berhenti dari dunia cowok, alias mendalami seorang cowok. Aku memutuskan untuk memikirkan masa depan. Ingin menjalani aktivitas sepadat-padatnya agar tidak kepikiran hal tersebut.
Berhenti dulu untuk mengenal seorang laki-laki. Aku akui, aku mudah jatuh hati dengan segala keunikan mereka apalagi ada yang begitu manis dalam senyuman. Aku tidak mau berkecimpung dalam jiwa seorang laki-laki lagi. Sudah melelahkan mendalami karakter mereka tanpa sengaja.
Aku lelah untuk mengenal berbagai macam karakter mereka, mereka sangat unik dengan berbagai tingkah unik. Sekali aku mendalami mereka, aku ingin mengenal mereka lebih karena aku pengamat.
Tidak aku pungkiri bahwa aku harus menikah dengan seorang laki-laki. Kenapa ya harus menikah ? Bagiku, menikah itu mudah, rasa sreg ini loh yang tidak bisa dipungkiri. Senyuman Heru indah dalam dirinya, ada yang lebih lagi dalam senyuman sangat indah. Dialah berjuta keindahan dari ciptaanNya.
Mungkin aku pecinta laki-laki ya ? Sepertinya aku ingin membagi hati ini tapi, sama siapa? Aku tidak mudah percaya kepada seseorang apalagi seorang cowok yang aku sama sekali tidak mengenalnya dari dahulu.
Aku juga mudah sekali melupakan masa lalu dan cuek terhadap sesuatu. Ketika aku melupakan masa lalu, itulah disaat aku tidak mau mengenang masa lalu yang membuatku kedinginan pada waktu malam hari (ketakutan esok hari).
Kalau mengingat masa lalu antara melupakan dan rindu bersama teman-teman. Mereka sudah sibuk dengan dunia mereka. Kebersamaan dahulu tidak aku pungkiri, aku ingin mengenangnya lagi. Kesempatan itu telah aku buang diwaktu lalu.
Aku akan bercerita bahwa masa muda harus dinikmati bersama teman kerena tidak bisa memutar waktu. Ku kan ceritakan kepada anak didikku kelak bahwa nikmatilah masa kalian bersama teman-teman, buatlah cerita seru bersama-sama. Berkelilinglah bersama mereka, bersenang-senanglah bersama, gila-gilaanlah bersama, jika suatu hari nanti berpisah tidak ada rasa kehilangan.
Aku ingin suamiku kelak, seseorang yang senyumnya sangat indah. Indah disini adalah seseorang yang menebar kebaikan secara tulus tidak dibuat-buat atau ingin menarik orang lain. Sudah menjelajah, atau melihat orang lain tersenyum, senyumnya itu indah sekali.
Sepertinya aku sama Heru jatuh cinta pada orang lain makanya kenapa dia nulis stataus “Berjuta keindahan yang terakumulasi menjadi Kau.” Aku tahu kenapa, karena dia terpesona dengan senyumannya Mila, dan sekarang aku terpesona dengan senyumannya orang lain.
Jika aku sama Heru bisa menjaga hati, pasti tidak akan jatuh cinta sama orang lain yang lebih indah. Kenapa aku ingin menikah ? Karena dengan menikah menunjukkan bahwa dia hanya milik kita, dan tidak boleh orang lain memilikinya kecuali Allah sih.
Dapatkah kita kembali lagi Her? Kelebihan kita adalah kita sudah mengetahui sifat satu sama lainnya. Tidak usah kau jaim denganku, karena aku tahu sifatmu dan kau tahu sifatku. Aku menyukaimu apa adanya, bukan karena kau punya jabatan lebih di Hmi atau apalah karena ada di dalam dirimu yang tidak bisa dijelaskan dan aku tertarik pada hal tersebut.
Cintai aku dengan sederhana, karena sederhana adalah hal terindah.  Eh malah membahas tentang cowok lagi, duh. Rindu masa kuliah karena disitu aku fokus pada mata kuliahku. Tidak bisa dipungkiri bahwa aku harus menikah, dan dalam diriku masih ada tembok untuk seorang cowok. Tembok itu terkadang tebal, karena ada sebuah ketakutan disitu, ketakutan aku tidak sempurna untuk mereka. Apa mungkin aku bisa membahagiakan mereka padahal diri ini banyak kekurangan. Itulah sifat minderku.
Kenapa aku mencari seseorang yang sabar dan mencintaiku secara tulus. :’)

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.