Tidak Ada Sebuah Penyesalan

Tak Bisakah Kau Melihat?

Doa adalah keyakinanku untuk sebuah jawaban. Mungkin karena itu beranggapan bahwa kau adalah cinta terkhir. Atau anggapan ini hanya sebuah imajinasi belaka. Rasa ini telah terukir manis tanpa pernah terucap dari bibir.
Sesak di dalam dadaku, sebagai cara untuk bertahan hidup dalam ranah percintaan yang menggunakan hati. Hati saja tidak cukup, memerlukan usaha lebih keras untuk mencapai itu semua. Entah itu, ikatan dalam sebuah hubungan atau komitmen.
Oh iya, ingin sekali berkomitmen kepada seseorang. Dan berharap seseorang itu adalah kamu. Kamu yang selalu aku sebut dalam setiap malam. Mungkin lebih tepatnya sebuah pengikhlasan. Cara terbaikku adalah mendoakan yang terbaik buatmu.
Aku setuju sekali, kau menyukai si Mila. Dia sepertinya cewek lucu, apa adanya, dan juga cantik sekali. Terlebih ilmu agamanya lebih besar apalagi sosial. Juga tidak gendut, tidak seksi juga sih terlihat biasa. Inti dari ini dia sederhana.
Semoga, sie Mila akan menjadi jodohmu. Aamiin. Biarkan aku mendapatkan yang terbaik menurutNya. Menunggu saat itu, dimana ada seseorang yang akan datang ke rumah dan berani untuk melamarku. Siapapun itu, itu adalah yang terbaik menurutNya.
Bisa di bilang Jomblo Fisabilillah, meningkatkan kualitas yang harus aku lakukan. Entah, dari segi pemikiran, ilmu dan juga sosialisasi. Terus belajar dan belajar karena hidup ini ajang buat salalu belajar.
Mungkin Allah mempertemukan hatiku untuk menyadari bahwa terus belajar memperbaiki diri. Aku akui, merasa hebat adalah kesombonganku. Itulah sebabnya aku dipertemukan denganmu. Seorang cowok yang baik hati dan ambisius dalam masa depan.
Masa depan masih buram tentang jodoh. Ha-ha-ha. Yang pasti menjadi Guru Matematika. Suatu hari nanati, anak didikku akan aku ajari bahwa cinta itu lebih baik didoakan karena ada yang namanya kemerdekaan manusia dan keharusan universal.
Ada materi tentang NDP (Nilai Dasar Perjuangan) di HMI. Menurutku, materi itu bagus untuk diajarkan. Nanti dalam blogkku, akan aku ceritakan kenapa bahan di HMI sangat bagus untuk dipelajari. Semua yang dipikiranku, aku curahkan.
Rekomendasi sekali untuk kalian yang mencari intelektual alias berjiwa kritis. Karena perlu sekali berjiwa kritis. Karena terkadang dunia ini memerlukan kaum berwawasan luas untuk mengembangkan kemajuan indonesia. Bisa dibilang kader HMI adalah kader umat dan bangsa.
Eh, malah cerita tentang HMI. Mau cerita apa sih sebenarnya ini. Ha-ha-ha. Aku beri saran buat kalian. Capailah cita-cita setinggi langit. Karena agar tidak ada sebuah penyesalan. Penyesalan itu sungguh tidak mengenakkan.
Pernah, terlintas menjadi psikolog. Sudah tuh masuk di psikolog unair. Eh, aku tidak sanggup menerima materinya. Bisa dibilang, tidak mampu. Sampai akhirnya, aku keluar dari universitas tersebut. Rasa menyesal itu ada. Lebih baik jangan melakukan hal bodoh. Bodoh dalam artian mungkin itu jalan yang ditakdirkan Allah untukmu.
Mungkin, dengan meneruskan psikolog. Jiwaku akan terbentuk lebih baik dari kemarin. Atau dari univ tersebut aku bisa menjadi orang bijaksana atau sukses bahkan motivator. Hmmm. Pikirkanlah keputusan untuk masa depan kalian. Pikirkan baik dan buruk mengambil keputusan tersebut.
Jika memang keputusan kalian adalah itu. Harus siap untuk mengambil resikonya. Sepertiku, resikonya memulai dari awal lagi kuliahnya. Juga tidak pasti apakah disitu akan berkembang atau tidak. Yang jelas, itulah yang kau putuskan.
Pernah, suatu hari menyesal atas keputusan. Tapi, dari apa yang aku putuskan. Aku bisa mencari jadi apakah diriku. Alias aku menemukan siapa diriku. Apa yang ingin aku terima alias menjadi siapakah aku. Intinya, aku nyaman dengan diriku yang sekarang.


1 comments:

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.