Terluka

Terimakasih Heru

Sepertinya aku tahu kenapa hatiku masih mengganjal sekali. Kemungkinan karena kau lebih memilih dia daripada aku. Ya, kemungkinana jiwa terdalamku tidak bisa menerimanya. Logikaku mau menerima itu dengan sesadar-sadarnya. Bisa dibilang rasa dan logikaku lagi bentrok didalam diriku. Wow , luar biasa ya.
Berarti yang harus aku bunuh adalah rasa ini. Iya benar kata Heru yang harus move on adalah rasa-rasa ini. Kau memang luar biasa bro. Kau sudah mengerti diriku lebih dalam sehingga, kau lebih memilih yang lebih baik dari diriku. Tahu sih bahwa cewek itu tidak salah apapun karena dia juga tidak suka kamu. Kau memperjuangkannya berarti kita sama-sama bodoh deh bro. Wkwkwk
Kalau dipikir-pikir kita mirip loo her, kau dan diriku orang introvert, perasa, baik, apa adanya, tidak mau melukai orang lain, mengerti orang lain. Selebihnya kau yang lebih unggul yaitu pandai bersosial dengan orang lain. Keren sih, ingin sekali aku kau ajak bersosial bersamamu. Eh, yang dipikiranmu masih dia ya.
Saranku kau pasrahkan saja rasamu kepadaNya. Oh, sudah kau pasrahkan ya. Karena dia tidak menyukaimu, jika kau masih mempertahankan kemungkinan ada sih. Ingat dia sudah punya cowok. Cowoknya lebih menyayangi dia daripada dirimu. Cowoknya lebih mengenal dia daripada dirimu sehingga, kau perlu sabar untuk mendapatkannya.
Mila juga seorang introvert, dia tidak tega menyakitimu. Samalah seperti kisah kita, kau tidak tega menyakitiku. Jadi dunia itu muter ya. Sehingga, perjuangkan dia tapi, harus ada batasnya karena Mila masih bingung. Atau dia sudah melepaskan cowoknya ya ? Sepertinya hubungan sama cowoknya sudah agak renggang. Ayo gerak cepat her, rebut hatinya dengan kesabaranmu.
Dia sudah tahu bahwa kau menyukainya. Maaf ya, aku yang bilang kepadanya dan dia yang menyuruhku untuk mengikhlaskanmu. Dia sungguh baik kok dan sederhana sekali. Rebut hatinya dengan perlahan, bertemanlah dengan dia. Mungkin suatu hari nanti dia akan menghubungimu. Siapa tahu kan hati ini.
Yang bermasalah adalah hatiku yang belum menerima semuanya. Logikaku berkata sudah melepasmu untuk dia. Wow luar biasa hatiku, benar kata yunda desy, aku belum bisa bermain cinta karena terlalu polos. Luar biasa jin yang ada didalam diri yunda desy, 100 persen benar sekali.
Aku akui diriku adalah cewek polos, aku menerima itu. Sungguh, aku tidak bisa bermain cinta. Cinta itu terkadang membunuh jiwaku. Logikaku sudah memainkan peran tapi, rasa ini lebih tinggi. Wow, gimana ya mengalahkan rasaku ? Ada dua di diriku bentrok, akhirnya aku bisa mengetahui masalah di diriku.
Aku harus meredam rasa ini, rasa yang membuatku mengganjal. Kemungkinan dengan waktu akan bisa meredamnya. Waktu, kau begitu bisa meredam secara perlahan. Dahulu sih sama Maulana Syarifuddin melupakan dia 4 tahun. Butuh waktu berapa lama ya aku melupakan Heru? Harus bisa lebih cepat dari Maulana. Hmmm target sih 1 tahun saja. Eh sudah satu tahun ya.
Solusinya adalah mencari jalan lain. Entah itu dengan aktivitas yang lain, semisal mencapai cita-cita, berdiskusi agar meredam rasa ini sedikit demi sedikit. Menulis seperti ini juga bisa sih. Memang butuh waktu, luar biasa lebih sakit karena tahu dia suka Mila daripada diriku. Eh, sama sih bedanya Maulana membenciku, Heru biasa saja karena dia tahu sifatku gimana alias menghargaiku seperti teman terbaiknya.

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.