Memiliki Kehilangan

Aku manis ya ?

Ketika seseorang update tentang kalimat “Memiliki Kehilangan.” Jiwa logikaku ingin mencari arti tersebut. Janji yang aku lontarkan kepada ketum, Mas Tejo dan Mas Erik telah menasihati dengan sepenuh hati. Sekarang aku memandang dunia dengan penuh warna.
Sadar bahwa aku merasa memilikinya padahal tidak pernah sama sekali. Inilah kelemahan terbesar seorang wanita. Mungkin dari zaman A sampai zaman Z, inilah yang terjadi kepadaku.
“Rasa kehilangan hanya akan ada jika kau pernah memilikinya,” itulah salah satu lirik yang membuatku angguk-angguk. Mindsetku berkata dan memutar mencari pembenaran yang sesuai logika. Dari nasihat Kanda-kanda tersebut dan lirik ini, aku merasa bahwa dia adalah milikku seorang padahal sudah jelas-jelas dia tidak pernah merasa seperti yang aku rasakan dan tidak berniat untuk melukai hatiku.
Dia jelas-jelas bilang bukan masalah ini dan itu tapi hati ini tidak berkehendak untuk mencintai. Tidak ada niatan untuk menyakiti hatiku sedikitpun. Jadi, apapun yang akan aku perjuangankan itu akan sia-sia jika aku ada sedikit harapan untuk memilikinya. Karena rasa memiliki itulah penyebab dari hati yang mengganjal.
Sehingga, aku memutuskan akan berjuang untuk diriku sendiri. Memperbaiki diri dan untuk masa depan. Allah sungguh baik kepadaku, dibuka mataku atas apa yang selama ini aku lakukan salah atau sesuatu yang akan terus menggerogoti sampai akhir hayatku yaitu “Menjadi Budak Cinta.”
Bersyukur dari selama ini, ini adalah salah satu cowok yang baik dan ingin mengingatkan aku sebagai sahabatnya. Ingat disini, dia baik sebagai seorang sahabat yang telah mengenalku lama sekali.
Allah memberi sebuah jalan yang tak pernah aku duga sebelumnya. Sebuah jalan untuk membuka cakrawalaku. Sebuah sudut pandang tentang seorang cowok di mataku. Sekarang terbuka sangat lebar bahwa harus belajar berproses dalam memandang dunia luar termasuk seorang cowok dan lingkungan-lingkungannya.
Flashback lagi, dahulu kala pernah menghina seorang cowok karena selalu mempermainkan seorang wanita. Ternyata tidak semuanya begitu, kau tak pernah berniat untuk melukai hatiku yang rapuh ini. Kau hanya ingin menjaga hatiku untuk tidak terluka dengan menasihatiku secara tersurat, itulah caramu.
Aku bersyukur lewat dirimu, aku keluar dari zona pemikiran yang ruwet kayak susur. Kita sama-sama seorang introvert. Bedanya, kau mau keluar dari zona nyamanmu dan aku sering ketakutan dengan keluar dari zona nyaman.
Sekarang aku mau dan aku akan belajar untuk mengenal dunia luar dengan cara yang luar biasa. Eh , maksudnya disini tidak akan merubah diriku yang mempunyai sifat kasih sayang besar kepada orang lain. Yang suka memperhatikan orang lain secara diam-diam, yang suka berempati kepada orang lain dan yang suka kritis terhadap orang lain. Aku tak akan merubah diriku yang ini, yang akan aku ubah adalah mindsetku untuk memandang dunia luar.
Lagi-lagi, pelajaran yang bisa kita ambil adalah jangan batasi dirimu dengan potensi yang telah kau miliki. Mungkin orang lain tidak bisa melihat potensi didalam dirimu, hanya dirimu yang bisa melihat itu. Jadi belajarlah jangan batasi potensi itu dengan menjadi budak cinta.
Berpikir lagi nih, mungkin aku sudah waktunya meluapkan kasih sayangku untuk seseorang. Eh, seseorang itu siapa ya? Wkwkwk . Itu yang menjadi masalahnya. Apa mungkin selama ini aku kesepian ya? Muter-muter lagi deh. Aku tidak mau meluapkan kasih sayang bukan untuk suamiku karena jiwa kasih sayangku sangat besar yang orang lain tak pernah ketahui. Ha-ha-ha. Pengen membagi hati ini untuk orang lain dengan pernihakan tidak mau dengan yang lainnya. (Prinsip).

1 comments:

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.