Masih Mengganjal ?

Hidup ini untuk apa sih ?

Pernakah sudah mengikhlaskan orang yang kita sayang?
Setelah mengikhlaskan, kenapa tetap mengganjal ya hati ini?
Kalian tau kenapa ya ?
Sampai sekarang masih bertanya-tanya kenapa?
Kenapa ?
Kenapa ?
Kenapa ?
Mengganjal sekali!
Aku tidak menyukai ini. Sungguh, aku membenci rasa mengganjal ini. Aku benar-benar sudah mengikhlaskan dia looo. Tapi kenapa hatiku sakit sekali ya ? Ada apa sih ini? Aku membenci keganjalan ini.
Mungkin aku tidak enak kepada seseorang? Atau kenapa sih ini. Harus terus berzikir kepada Allah ini. Sungguh, tidak menyenangkan punya hati yang terlalu sensitif. Hatiku mengganjal, mengganjal karena apa tidak diketahui.
Beneran, aku sudah mengikhlaskannya. Entah kenapa kok hati ini mengganjal sih. Atau mungkin benar ya, video tentang memiliki kehilangan bahwa hatiku sudah berpindah kepada manusia? Oh tidak mungkin. Sungguh, semuanya aku pasrahkan kepadaNya. Tapi. Kenapa ini masih mengganjal ?
Aku butuh kajian yang banyak tentang keagamaan sepertinya. Jika seperti ini terus apakah bisa sembuh? Mengganjal sekali hati ini. Ada yang nyandet dhek dalam hati. Entah itu rasa tidak enak kepada seseorang atau kekecewaan yang tidak bisa dijelaskan.
Sungguh, aku sudah mengikhlaskannya. Apakah aku harus ke psikolog untuk menyembuhkan ada apakah dengan hati ini? Atau aku perlu banyak kajian keislaman supaya lebih mendekat kepadaNya. Tidak mengetahui adanya sebab ini.
Sudah mencoba untuk keluar dari zona nyaman alias jalan-jalan, entah itu di mall, gunung atau alam luas. Tapi, tetap saja hati ini mengganjal ? Kenapa ? Ada apa sih ini ? Ingin berkata kotor jadinya. Wkwkwkwk
Sampai sekarang tidak tahu penyebab mengganjalnya hati ini.
Adakah yang pernah mengalami seperti ini?
Jika ada tolong kasih tahu aku kenapa hati bisa mengganjal sekali. Dan jelasin cara untuk membebaskan hati agar tidak mengganjal terus. Sudah bosan mengganjal terus. Ketika hati ini mengganjal, serasa ingin menangis sekeras-kerasnya.
Atau ada sesuatu keinginan yang belum aku capai ya ? Tapi apa ya ? Oh Tuhan yang menguasai hati ini, tolong jangan beri cobaan seperti ini lagi. Hamba, sudah capek dengan cobaanmu yang seperti ini. Cukup sudah Tuhan, cukup sudah jangan seperti ini lagi.
Capek karena keganjalan ini. Capek dengan semuanya. Entah itu apa saja, aku sudah capek dengan semuanya. Kenapa seperti ini sih ? Kenapa denganku ? Mudah sekali seperti ini ? Aku membeci sifat ini. Aku sudah berdamai kok dengan diri sendiri. Perlukah aku ke psikolog ?
Sejujurnya, sering aku ke psikolog dahulu. Entah itu masalah ke introvertanku atau masalah komunikasi yang kurang. Atau apalah itu. Intinya aku membencinya. Mungkin terlalu membenci itulah yang mengganjal ? Benarkah ? Kenapa seperti ini sih aku ? Ada apa sih dengan diriku sendiri ? Kalau seorang psikolog membaca ini apa yang akan dia perbuat ya ? mempunyai klien yang tidak jelas. Ha-ha-ha
Ingin sekali menyembuhkan rasa mengganjal ini. Semoga suatu hari ada obatnya untuk hatiku yang mengganjal ini. Entah itu apalah. Intinya aku ingin sembuh dari penyakit ini. Aku tidak tahu penyakit apa namanya. Bisa dibilang penyakit keganjalan hati yang tidak tahu penyebabnya tapi, selalu datang hari demi hari berganti. Wkwkwk
Tolong bantu aku siapa saja ?
Keganjalan ini sungguh tidak enak.
I hate this
I hate myself
I hate this world
Siapa yang mau tak benci. wkwkwkw

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.