Hati Ini

I O U


Setelah dari kawah ijen, dan kau bilang kepadaku untuk “Mencintai Dia.” Dia, seseorang yang tidak aku cintai dan orang asing. Kau menyuruh aku untuk move on juga. Kau tahu, hatiku sangat terluka. Terlebih lagi aku tahu kau menyukai orang lain yang lebih dariku. Memang aku tidak lebih cantik, baik, lembut darinya. Kau tahu, melihatmu menglike dan komen di instagramnya ataupun kalian online secara bersamaan, hatiku teriris detik demi detik.
Dalam bayanganku, kalian saling chat satu sama lain. Dan aku tahu, kau sering menghubunginya karena aku menannyakan langsung kepadanya. Kata sie dia emang kamu baik, subhanolloh tapi, dia sudah mempunyai cowok tau. Jika kau tahu, dia mempunyai cowok, apa kau akan memperjuangkannya ?. Jika memang begitu, tidak apa-apa. Itu hak kemerdekaan manusia, karena kau manusia, kau berhak memilih. Dan aku juga manusia, jadi aku juga berhak untuk mengikhlaskan. Huwaaa....
Aku bangun tidur dengan tangisan yang menjadi jadi. Ketika itu, aku memimpikan bahwa kau chat kepadaku
“Jangan salah langkah,” kau mengirim pesan.
“Aku sudah bertunangan sama mila, rasaku tetap sama sejak pertama bertemu dengannya,” lanjutmu.
Kau mengirimkanku sebuah foto yang terpampang nyata kau dan dia sedang berdua dengan cincin dijari kalian. Saat itu juga, aku terbangun dari mimpi buruk itu kemudian dengan sendirinya air mata keluar deras. Mungkin itu pertanda bahwa aku harus mengikhlaskanmu untuknya.
Ikhlas, kata yang mudah aku ucapkan tapi, belum bisa aku lakukan sampai detik ini. Rasa-rasa ini masih lengket dalam hatiku. Rasa yang seharusnya tidak kuberikan untuk manusia, rasa yang harusnya ku berikan untuk Zat pembolak balik hati. Rasa yang belum bisa aku hilangkan yaitu rindu ini.
Rindu sebagai seorang teman tidak pantas aku lakukan. Karena kau menganggap aku teman. Aku minta maaf karena merindukanmu. Dalam ruang gelap diselimuti hati yang rapuh ini, aku masih belum bisa move on. Tapi, aku berusaha kok untuk terus bisa melepaskanmu yang tidak berhak aku miliki. Maafkan aku kekasih halalku nanti jika kau membaca blogku, aku pernah mencintai orang lain selain dirimu. Ha-ha-ha.
Kekasih halal? Siapakah itu?
Jawabannya aku masih belum menemukannya. He-he-he.
Kembali lagi pada rasaku,
“Apa kau tidak merindukanku?” tanyaku dalam hati di ruang kamar.
“Pasti kau tidak merindukanku, karena kau tidak mengirim chat sama sekali untukku tapi, untuknya pasti mengirim berkali-kali, sungguh menyayat hati ini,” balasku dalam hati.
“Semoga aku diharapkan oleh seseorang yang mengharapkanku. Kosongkan hatiku untuk cintaNya agar dia hadir dalam hidupku.” Sebuah kalimat yang harus aku telan sedalam-dalamnya agar dia hadir di hidupku dengan lancar. Siapapun itu, aku harap kau akan menerima segala kekuranganku ini, dan bersama-sama memperbaiki diri menuju RidhoNya.
Seorang wanita akan mundur, jika orang yang dicintainya itu menyukai orang lain. Kenapa? Karena semua wanita tidak mau jadi no 2, wanita ingin menjadi no 1. Begitupun juga aku, ketika tahu bahwa kau menyukai orang lain, aku akan menghindarimu secara perlahan tapi, untuk mencari yang lain sepertinya aku belum bisa. Introvert sepertiku membutuhkan waktu untuk itu.
Terkadang, pada hari tertentu aku ingin membencimu, di hari yang lain aku sangat rindu padamu. Rasa-rasa ini yang aku ingin lepaskan. Caranya ada satu untuk melepaskannya yaitu cari yang lain tapi, untuk wanita tidak semudah itu. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali percaya kepada seorang laki-laki. Aku tipe, tidak mudah percaya kepada laki-laki yang belum pernah aku kenal. Kebanyakan mereka lalu lalang kayak angin. Ha-ha-ha.
Dan aku tahu, kau tidak menyimpan kontakku karena emang hatimu tidak berkehendak untuk itu.
Kenapa aku masih belum mengikhlaskanmu ya ?
Sungguh, aku ingin tau kabarmu, aktivitasmu, sampai mana kau meraih mimpimu?

Ingin aku tahu itu semua, ingin aku dengar cerita itu dari mulutmu langsung. Aku sangat cemburu ketika tahu kau bercerita kepadanya akan memeriksa gigimu. Kau tak pernah cerita kepadaku keseharianmu bagaimana. Apa yang telah kau lalui. Aku ingin mendengar itu, aku ingin menjadi tempat pertama saat kau ingin bercerita, aku ingin kau merindukanku. Tapi, hanya aku yang menginginkan itu.

1 comments:

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.