Ego Meninggi

Tersenyumlah

Tidak ada penyelesaian jika terus begini. Mungkin dengan memblokir kamu dan cewek tersebut adalah cara terbaik. Bagi kebanyakan orang cara ini adalah cara paling kekanakkan. Buatku, cara ini adalah cara paling terbaik untuk dilakukan. Karena aku tidak sanggup mengetahui secara lebih dalam hubungan kalian yang mesra. Tidak mau meneliti lagi sampai mana cintamu kepadanya.
Cara itulah yang paling ampuh untukku. Aku tidak akan membencimu, hanya saja aku tidak mau melihatmu dimataku agar hatiku tidak lagi sakit berkali-kali. Jangan pernah merasa bersalah dengan apa yang telah aku putuskan ini. Kau selamanya menjadi sahabatku tapi, bukan untuk berjumpa lagi.
Maafkan keputusan yang telah aku ambil karena setelah aku telaah dengan seksama. Hati ini demi hari masih sakit melihat kalian selalu bermesraan dalam pikiranku. Jalan ini terbaik untuk aku, kamu, dan dia.
Jika suatu hari nanti kita bertemu, tolong sapa aku dengan jiwa kemaklumanmu. Aku tahu, kau baik sekali apalagi kepada cewek. Tapi, aku berharap tidak akan pernah berjumpa dengan kamu lagi. He-he-he
Aku yang akan pergi untuk kebahagiaan kalian. Semangat berjuang berdua. Dan aku harap kalian bisa menciptakan kader umat dan bangsa, membangun peradaban yang nuansa Islam.
Bodohnya, aku menulis ini bersama lagu “Memiliki Kehilangan.” Menetes deh air mata ini. Wkwkwk. Sudah aku tahan dari semalam buat memainkan logika, eh ikut-ikutan rasa ini menghampiri.
Usapan demi usapan telah aku hapus. Setelah ini harus menjadi seseorang yang baru. Menjadi vivi yang terus dan mau belajar menjadi pribadi yang baik dan dewasa. Terus berproses bersama himpunan ini agar kelak menjadi wanita hebat seperti kohati :’).
Melihat fotoku diatas, ingin mengulang hari demi hari seperti itu. Tidak mencintai seorang cowok, hanya menikmati hidup. Mempelajari alam dan membuang keegoisan. Senyuman dulu yang menerkah akan aku kembalikan dengan ketangguhan dalam jiwa.
Sebenarnya, sudah tidak menangis tersedu-sedu seperti dahulu. Ada sedikit kekepoan yang harus dibuang agar tidak membenci seorang wanita yang tidak pernah bersalah. Dengan cara inilah harus aku lakukan. Bukan untuk melupakan kenangan yang pernah terjadi tapi, untuk memaafkan diri sendiri yang pernah jatuh cinta sedalam-dalam kepadamu.
Jadi bagi kalian yang pernah cinta sedalam-dalam terhadap orang tapi, orang itu tidak mencintai kalian balik. Jalan terbaik adalah mengikhlaskannya tanpa ada dendam. Jangan sepertiku yang memblokirnya. Ha-ha-ha Cara ini terlalu kekanakkan, tapi bagiku ini cara terbaik. Tidak membencinya sama sekali, alasannya agar tidak mengingatnya seperti itulah.
RIP : KHCF

Kau pernah jadi bagian dari hidupku yang tidak pernah menjadi partnerku.
Kau pernah mengisi hatiku tapi, hanya untuk sementara
Kau pernah ku cintai sedalam-dalamnya tapi, tidak untuk aku peluk seerat-eratnya
Kau pernah aku pahami sedetail-detailnya tapi, tidak pernah aku pahami
Kau pernah aku perjuangkan tapi, tidak pernah berjuang bersama
Kau pernah aku sentuh sehangat-hangatnya tapi, tidak pernah hangat dihatimu
Kau pernah tersenyum untukku tapi, hatimu tidak
Kau pernah perhatian kepadaku tapi, itu hanya sekadar teman
Kau pernah menyebut namaku berkali-kali tapi, bukan untuk dicintai
Kau pernah menatapku dalam tapi, bukan tujuanmu
Kau pernah memahamiku tapi, hatimu tidak
Kau pernah sabar kepadaku tapi, kau sudah tidak tahan dengan egoku
Kau pernah mencoba mendalamiku tapi, aku tidak pantas
Kau pernah baik kepadaku, tapi itulah akhirnya

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.