Cinta yang Dewasa

Jika kau tidak berkomitmen berarti aku harus mengikhlaskanmu

Semua punya keinginan untuk dicintai dan mencintai. Sama halnya dengan diriku. Aku juga ingin mencintai dan dicintai oleh pasangan. Entah orangnya siapa ya. Ha-ha-ha. Keinginanku adalah mencintai dan dicintai dengan dewasa.
Dewasa disini adalah gaya menjalin hubungan yang sehat. Saling berkomitmen, saling menghargai dan menghormati, saling percaya satu sama lain, dan tidak saling menuntut. Percaya disini adalah keadaan jika ada orang ketiga tidak perlu khawatir karena kita sudah berkomitmen.
Jadi, hati terasa senang jika pasangan berkenalan dengan siapapun karena kita sudah berkomitmen untuk saling percaya. Itulah cinta yang dewasa. Saling menghargai dimana kita menghargai karakter masing-masing karena kita tahu bahwa masing-masing dari kita berbeda. Juga tidak menuntut jika satu sama lain tidak memenuhi apa yang kita inginkan. Itulah cinta dewasa.
Iya, aku menginginkan cinta yang dewasa. Karena sudah tidak waktunya aku bermain cinta. Memerlukan seseorang yang dewasa untuk mendampingiku. Eh, wkwkwk. Dewasa menjalin komitmen untuk masa depan. Tentu saja , menikahlah.
Sudah paham kalau menikah itu tidak segampang membalikkan sebuah tangan. Tidak lantas kita menyerah begitu saja kan ? Paham kalau harus mengenal pribadi lebih dalam lagi sehingga, kita menjalin komitmen untuk menikah. Terbuka dengan apa yang saja yang terjadi. Entah itu masalah besar dan kecil, semua dibicarakan untuk menemukan solusinya.
Mengingikan cinta yang dewasa untuk masa depan. Oleh karena itu, selalu aku cemburu dengan apa yang kau lakukan. Eh masa lalu itu, mungkin dulu aku menginginkan kepastian alias apakah kau mau berkomitmen kepadaku. Eh, kamu tidak mengatakan itu semua. Berarti hubungan kita emang Cuma sebatas teman biasa.
Ketika, kau dapat mengatakan bahwa kita berkomitmen, pasti apapun yang kau lakukan tidak masalah karena adanya komitmen. Harus tau, visi dan misi untuk masa depan. Saling percaya satu sama lainnya. Saling menghormati keputusan pasangan. Aku sangat menghormati keputusanmu untuk suku padanya. Alias kita tidak ada hubungan sama sekali. Wkwkwk
Kau sangat baik kepadaku, tapi kita tidak berkomitmen itulah yang aku tangkap. Sungguh, aku sangat sayang kepadamu, sehingga pikiran takut ditinggal itulah penyebabnya imajinasi memainkanku. Jika dulu kau berkata ingin berkomitmen kepadaku, aku akan selalu meunggumu. Tetapi, itu tidak terjadi sehingga, aku harus mengikhlaskanmu untuk siapa saja yang kau kehendaki.
Selalu imajinasi memainkanku, maka dari itu aku harus memblokirmu dengan rasa teramat tidak menghendaki untuk memblokir. Aku tahu kau dewasa tapi, kau belum berkomitmen itu lah yang aku tangkap. Kau selalu memendam apa yang ada dihatimu, aku tahu itu. Sehingga, aku melepaskanmu karena aku tahu, kau ingin bebas dari belenggu ikatan.
Pernah berfikir, kau boleh mencintai siapapun yang kau inginkan. Ketika kau lelah mencari seseorang tersebut, kembalilah kepadaku. Wkwkwkw. Maka kenapa aku tanya Mila, apakah dia suka sama kamu? Ternyata dia tidak suka tapi, anehnya dia berkata untuk mengikhlaskanmu sehingga, aku memberi kesimpulan bahwa dia suka padamu padahal dia sudah mempunyai seorang cowok.
Denger-denger firasatku mengatakan bahwa dia sudah putus sama pacaranya. Sehingga, ini waktunya untuk mengikhlaskanmu. Kau harus tahu bahwa hatiku selalu terbuka untukmu karena aku yakin kau ada rasa kepadaku tapi tidak bisa kau ungkapkan. Mungkin ini lah rasa keganjelanku terjadi. He-he-he
Intinya, kau menjadi sahabatku selamanya. Tapi, izinkan aku untuk memblokirmu agar ketika kau berpacaran dengan Mila, aku tidak mau mengetahuinya. Wkwkwk. Aku menginginkan cinta yang dewasa itu.
Sekarang, aku mencari siapa yang akan menjadi pasanganku untuk cinta dewasa itu. Karena aku tidak mau bermain dengan cinta. Karena cinta bagiku itu suci harus dibawa dengan elegan yaitu pernikahan. Jika satu sama lain mencintai maka, harus berkomitmen tidak boleh memainkan cinta tersebut. Jika terjadi masalah dibicarakan secara dewasa, bukan dengan emosi semata.
Harusnya aku mengatakan bahwa “Apa aku ada dimasa depanmu?”
Siapaun itu semoga jodohku mengatakan bahwa aku ada dimasa depannya.
“Siapakah itu ?”
Hanya Allah yang tahu. :D

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.