I Don't Like My Family


“Harta yang paling berharga adalah keluarga,” kutipan tersebut sering terdengar di telinga kita. Keluarga termasuk bagian dari kita. Ada ibu, ayah, adik, kakak. Mereka termasuk harta paling berharga yang menerima kita apa adanya. Yang paling mengerti kita seperti apa. Itu menurut kebanyakan orang.
Honestly, i dont like my family. Mereka sangat menyebalkan. Menyuruhku kesana kemari menuruti keinginan mereka, bisa dibilang “Diperbudak.” Jika tidak menuruti, terdengarlah nada tinggi kemarahan. Terlebih lagi kesalahan selalu diungkit di depan orang lain. Keberadaanku terasa tidak dihargai sama sekali. Apalagi, melarangku pergi kemana-mana.
“Pasti kalian punya keluarga kan ?”
“Seberapa sering kalian bertengkar dengan mereka ?”
“Seberapa besar menjengkelkan mereka ?”


My Family
Paling kiri adalah ayahku. Beliau adalah tulang punggung keluarga. Sejak kecil, aku tidak merasakan kasih sayang seorang ayah. Mungkin karena Beliau sangat sibuk dengan pekerjaan. Ayahku adalah seorang camat. Bagiku, seorang camat adalah pekerjaan yang super sibuk sehingga, membuat aku dan ayahku jarang bertemu. Bahkan untuk mengobrol saja tidak ada waktu.
Ayahku sangat dihormati dikalangan masyarakat, tapi aku merasa asing dengan Beliau. Sering sekali, waktunya tersita untuk pekerjaan. Aku dan ayahku jarang sekali untuk mengobrol sehingga, aku tidak tahu apa yang sedang Beliau rasakan. Aku bahkan tidak tahu apa yang Beliau sukai atau yang Beliau tidak sukai.
Sebelah kanan dari ayah adalah adikku. Bernama Dwi Prasetyo Wicaksono, dia termasuk adik menyebalkan. Tidak pernah bisa akur denganku. Ketika dia menggoda diriku, itu sesuatu hal biasa yang terjadi dikalangan adik kakak. Pasti semua merasakan hal tersebut. Tetapi, ketika aku menggoda dia, dia sangat marah oleh sebab itu melakukan pemukulan. Terasa getaran ketakutanku terhadapnya. Kepalan tangan menggenggam erat dengan menahan emosi mencoba berkata
“Mbak, cepat pindah, aku benar-benar marah,” wajah memerah menahan emosi terlihat padanya.
Seketika itu aku juga ketakutan setengah mati. Yang aku pikirkan hanya lari, mengambil motor untuk kabur dari rumah. Karena ketika marah, dia akan mengejar penuh emosi mengeluarkan tangannya untuk pemukulan. Sudah tiga kali terjadi, bagian mata, kaki dan tangan pernah jadi korban emosinya. Mempunyai adik seperti itu sungguh menyebalkan dan menakutkan.
Sebelah kanan dari adikku adalah ibuku. Beliau adalah seorang yang melahirkan aku. Beliau sangat perhitungan pada uang. Ketika aku ingin sesuatu, beliau akan pikir dua kali. Pada akhirnya, tidak memberikan keinginanku tersebut. Tapi, ketika beliau menginginkan sesuatu, pasti akan membelinya tanpa basa basi. Itu sudah menyebalkan bagiku.
Adalagi sesuatu yang menjengkelkan. Beliau suka menyuruh sesuatu hal yang merepotkan. Seperti : membeli sayur di pasar, membagikan tasyakuran kepada tetangga, dan membersihkan rumah. Ditambah, ketika aku tidak mau mengerjakan hal tersebut dikarenakan mengerjakan hal lainnya. Beliau pasti marah-marah, mengatakan hal yang tidak seharusnya, menambahkan hal-hal yang tidak penting.
Sebelah kanan dari ibuku adalah diriku. Diriku adalah orang yang paling merasa benar. Mementingkan diri sendiri sehingga, sering membuat ibuku dan adikku emosi. Orang yang iri kepada orang lain termasuk ibu sendiri. Orang yang tidak bisa melihat seorang ayah yang berjuang menghasilkan uang untuk anaknya. Orang yang tidak bisa melihat ayahnya yang luar biasa karena tidak hanya mengurus kami (aku, adik dan ibu) juga mengurus masyarakat.
Ketika aku terluka, mereka adalah orang pertama yang mengulurkan tangannya tanpa syarat. Ketika aku salah, mereka orang pertama yang sudah memaafkan diriku sebelum aku meminta maaf. Ketika aku menangis, mereka orang pertama yang ngusap air mataku tanpa menasihatiku. Tanpa aku sadar, “Mereka bukan hanya harta paling berharga bagiku tapi, segala-galanya untukku.”

#30DWCJilid16
#Day1

2 comments:

  1. tak ada keluarga yang sempurna
    Tapi tanpa keluarga hidup tidaklah sempurna
    Maka berkeluargalah hehehe

    ReplyDelete

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.