2019 Say I Love You


Imajinasiku lagi-lagi memainkanku. Harapan besar tertuju kepadamu. Iya, aku mengharapkan kau mau menjadi Zawjiku. Menjadi pendampingku dikala senang maupun susah. Menjadi penyemangat hidupku dan disampingku selamanya alias menghabiskan sisa hidup bersama. Iya, aku ingin sekali menikah denganmu.
Dan aku harus sadar bahwa kau juga mempunyai keluarga yang harus kau dahulukan. Mas, mbak dan adikmu juga belum menikah. Kamu masih bisa menghidupi satu orang yaitu dirimu sendiri, apalagi menghidupiku. Apa tidak ada kesempatan buatku untuk menunggumu, menyemangatimu dan berjuang bersama ?
Apa dipikiranmu, aku tidak sanggup untuk melewati lorong terjal bersamamu? Kau meremehkanku. Setiap hari setiap detik, aku merindukanmu tapi, aku masih kuat untuk menahan rasa ini. Kau tau, apa yang sudah aku lewati, setiap malam aku menangis menahan rinduku padamu. Entah kenapa aku rindu sama kamu. Aneh tapi, nyata.
Kau bukan orang sempurna, aku tahu. Pertanyaannya : kenapa aku memiliki rasa ini? Logikaku : engkau tidak ganteng amat, juga tidak punya uang dan kamu mata jelalatan kepada cewek, aku tahu itu. Aku sudah bertanya kepada teman dekatmu Erwin dan itu kekuranganmu. Bagiku, itu semua telah tertutupi oleh kebaikan hatimu untuk bersabar atas perlakuanku. Hanya kamu yang aku temui cowok yang sabar menghadapi segala tingkahku alias orang yang bisa menghargaiku.
Berminat sekali untuk memberikan kasih sayangku hanya kepadamu. Tapi, lagi-lagi mungkin belum waktunya atau kita belum jodoh, aku tidak tahu itu. Jika kau mengatakan bahwa kamu juga ada rasa kepadaku, mungkin aku bisa bilang bahwa aku akan menunggumu alias kita berjuang bersama. Tapi, kau tak pernah mengucapkan itu malah sebaliknya. Yang paling menyakitkan adalah ketika kau menyukai cewek lain yang membuat aku sangat cemburu.
Entah setan apa yang ada di hatiku. Hari ini tangal 20 Desember, hatiku benar-benar mengganjal. Ketika selesai menangis, baru sadar bahwa aku merindukanmu. Mungkin merindukan perhatianmu, kesabaranmu dan juga tertawa manismu. Wkwkwk
Tertawamu menggoda apalagi suara lembutmu. Aku juga suka dengan matamu, mata yang menunjukkan maksud alias tanjam. Mungkin dari mata tersebut terdapat makna. Kau tidak pernah berkata tentang rasamu kepadaku. Apa mungkin kau benar-benar tidak mau menyakitiku ?
Jika memang kau tidak mau menyakitiku, setidaknya jaga hatiku. Eh, kau sudah menjaga hatiku sih selama satu tahun. Iya ya, aku tahu. Ok, aku memaafkanmu. Eh , kamu tidak salah ya. Aku juga tidak salah kok, mungkin imajinasiku yang salah. Hehehe
Kalau memang pradugaku benar, kau menjaga hatiku agar aku tidak terluka. Terimakasih atas waktunya. Terimakasih atas kesabaranmu. Dan terimakasih atas luka ini. Huwwaaa.. Banyak yang bilang untuk mengikhlaskanmu apalagi si Mila juga bilang begitu kok. Rata-rata semua temanku bilang untuk mengikhlaskanmu. Yang teramat terluka, ketika kau juga bilang untuk move on darimu. Ya ya, terimakasih banyak atas ucapan itu.
Jika memang benar begitu. Aku butuh waktu untuk mengikhlaskanmu. Apa aku salah ya ikut HMI hanya karena agar kau memperhatikanku. Mungkin aku salah, hatiku sesak lagi setiap malam. Ingin sekali menghapusmu, tapi setiap menghapusmu, hatiku tidak berkehendak alias tidak mau menghapusmu. Tidak mau kehilanganmu, tidak mau kau mencintai orang lain selain diriku. Iya aku egois, aku cewek protektif dan aku cewek setia. Hmmmm...

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.