Tangis Darah


Ada yang pernah jatuh cinta ke lawan jenis ?
Aku pernah...
Ada yang pernah jatuh cinta secara tiba-tiba?
Aku pernah....
Ada yang pernah jatuh cinta tanpa sebab?
Aku pernah...
Ada yang jatuh cinta secara tiba-tiba dan tanpa sebab?
Aku mengalaminya...
Sudah 5 tahun, aku mencoba melupakan Macos tapi, bayang-bayangnya masih melekat. Macos sudah terbukti tidak mencintaiku karena sampai detik ini tidak mencariku lagi setelah kejadian yang sebelumnya. Rasa hampa menyelimuti relung hatiku.
Suara dobrakkan pintu terdengar keras. Pras (nama adikku) tergesa-gesa ke kamarku sambil bersemangat bilang kepadaku, "Mbak, ada yang titip salam ke mbak,ciee". Aku terkejut dan bangkit dari tempat tidur dan bertanya-tanya "Siapa?". Adikku bercerita dengan semangat "Mas Kahcof mbak, kayaknya dia suka mbak deh soalnya cerita terus tentang pean mbak. Dan masnya tau kalau pean lagi merawat ayah". Aku berhenti sejenak dan setengah tidak percaya perkataan adik. "its impossible, he like me?" Aku tidak percaya karena Kahcof adalah anak aktivis yang mempunyai banyak teman cewek dan aku yakin tidak mungkin dia bisa suka sama aku.
Setelah adik memberikan kabar itu, aku melamun, memikirkan tentang Kahcof. Dia teman semasa kecilku kalau tidak salah sih teman SD sampai detik ini. Teringat masa lalu, dia cowok yang pediam dikalangan teman-teman. Di sela lamunanku, aku tertawa, dia pernah berlari dengan pelan-pelan sambil dingklang saat pelajaran olahraga. Semua anak heran, dia terus berusaha berlari sambil menahan sesuatu.
Ada anak yang bertanya kepadanya, “Kamu kenapa cof?”. Akhirnya dia bilang, “Kena beling”, anak-anak mulai menyuruh Kahcof berhenti. Aku salut dengan dia, masih mau berlari dalam keadaan terkena beling. Tapi, dia memendam rasa sakit itu sendirian.
Aku masih tidak percaya dia menitipkan salam kepadaku setelah 3 tahun lamanya tidak medengar kabar. Dan aku juga heran, “kok bisa dia tau tentang aku yang sedang merawat ayahku ?”.
Kepalaku mulai mencari jawaban dengan sendiri, “Apa dia cuma iseng menitipkan salam, atau dia tidak sengaja bertemu adik, atau dia beneran ada rasa suka?”. Kepalaku dipenuhi dengan tanda tanya.
3 tahun lalu saat aku berjumpa dengannya. Pertemuan pertama, dia chat lewat facebook. “Vivi, ikut ke pernikahan Ageng yuk, besok malam, tak jemput”. “Aku pengen, tapi naik apa?” tanyaku. “Naik bus vi” jawaban Kahcof singkat. Aku saat itu tidak pernah naik bus sehingga, aku tidak tahu menahu tentang jurusan kesana. Aku bertanya terus kepadanya, dia menjawab dengan sabar.
Saat bertemu dengannya, aku biasa aja karena saat itu hatiku untuk orang lain. Ha-ha-ha. Aku merasa aneh dengan sikapnya kepadaku, mungkin perasaanku saja. Diantara cowok-cowok yang berada disitu, dia satu-satunya cowok yang berani mendekatiku dan mengajak aku ngobrol. Karena aku tipe pendiam dan introvert. He-he-he
Setelah mengambil makanan, tempat duduk berpindah. Eh, aku heran dia mendekatiku lagi. Disaat itu aku mulai merasa aneh dengan sikapnya.hahaha. Mungkin aku ke geeran. Dan lucunya, energiku itu sudah habis, aku bilang kepadanya “Cof, ayoo pulang”, aku merasa dia pemimpin kondangan disitu.
Kalian tau apa jawabannya, dia hanya memberikan senyuman manis kepadaku, tidak ada sepatah kata pun darinya. Tapi aku tahu apa artinya yaitu sabar. Mulai saat itu aku melihatin dia, dan sepertinya dia merasa dan mulai melihat kepadaku. Saat pulang kita saling pandang memandang tanpa kata. Aku juga mengingat pertemuan kedua kita yang membuat senyum-senyum sendiri. Saat itu, dia tersenyum kepadaku dengan saat manis dan mengucapkan sebuah kata yang tak pernah terlupakan. 
Tanpa ada angin, jantungku berdegup kencang. Iya, aku ingin tahu perasaan dia yang sesungguhnya kepadaku. Aku tidak mau hatiku tersiksa terus menerus dengan sesuatu yang tidak pasti itu. Aku beranikan diri untuk voice note.
"Tolong jujur padaku, sebenarnya kamu suka apa tidak sama aku? "
Sudah berapa banyak setan yang memasuki diriku sehingga, aku berkata seperti itu seperti tidak punya malu. 
Dia membalas pesan tersebut cukup lama. Dalam menunggu pesan tersebut jantungku berdetak sangat cepat diiringi tangan yang gemetar. Terdengan klise sih, kenyataannya begitu. whuaaa.... Kotak masuk pun muncul, aku mendengarkan pesannya. Aku terdiam, membisu, dan hancur berkeping-keping setelah mendengar pesannya  :
"Gini Vi, pertama aku mohon maaf atas apa yang aku sampaikan tapi ini tidak mengurangi rasa hormatku kepada sampean dan ini adalah jujur dari hatiku. Aku menganggapnya, aku dan sampean adalah teman dan ketika sampean suka sama aku, bukan aku tidak suka dengan sampean karena alasan ini itu tetapi, saya tidak jatuh cinta karena cinta itu bagiku bukan kalkulasi dengan sederet alasan ini dan itu tapi hati ini tidak berkehendak untuk jatuh cinta jadi mohon maaf, aku sedang tidak jatuh cinta, dan terimakasih sudah jujur denganku, mohon maaf aku belum bisa menerima cinta sampean. Tapi aku harap sampean mau menjadi teman dan sahabatku. Semoga sampean menemukan cinta sejati dan jodoh yang terbaik untuk sampean. Semangat ya. He-he-he"

2 comments:

  1. Keren sih.
    Kalo bisa percakapannya ditambah + tiap orang mau / sesudah selesai percakapan, dikasih enter aja.

    ReplyDelete

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.