Kamu Menghilang

Malam demi malam aku jalani. Entah kenapa aku mulai ikhlas denganmu. Atau dalam artian, aku mulai menerima bahwa dirimu bukan untukku. Tepat pada hari ini, atau malam sebelumnya. Aku sedikit atau entahlah banyak mungkin, aku merindukanmu. Aku melihat hp, mungkin kamu lagi online. Dalam seharian, aku melihat kau tidak pernah online, hari berikutnya juga begitu. Rasanya ada sesuatu yang hilang. 

Terkadang, biarpun kau online, aku tidak pernah chat denganmu atau apapun itu. Aku merasa ditemani, alias lega bahwa kamu pasti baik-baik saja. Tatapi, seminggu ini kau tidak pernah aktif medsos lagi. Terakhir kau update sih tentang pergi ke sawah di sidomulyo jawa timur. Mungkin kau melatih jiwa petani di situ. Atau kau akan disitu untuk berlatih jiwa petanimu. Tetap saja, aku khawatir, rindu atau apapun itu namanya. U know like something dalam dada sangat menyakitkan yang ingin aku lampiaskan dengan memandang wajahmu langsung kemudian bercerita hari demi hari yang aku lewati. 

Its sound crazy, i know. Memang, kau bukan milikku. Tapi, mungkin aja takdir akan menyatukan kita. Kewajibanku adalah berdoa dan berikhtiar, jika Tuhan berkehendak lain, ya harus menerima konsekuensinya. Ada suatu hari dimana aku memimpikan sesuatu yang sangat buruk terjadi. Kau bertunangan dengan seseorang yang kau sukai. Rasanya aku ingin menangis saat itu juga, aku lega bahwa itu hanyalah mimpi tapi, aku takut mimpi itu menjadi kenyataan suatu hari nanti. 

Ingin aku mengadu pada Tuhan agar kamu menjadi jodohku dan kamu ditakdirkan untukku. Kamu diberikan kesuksesan dan segera melamar seseorang yang kamu suka dan orang itu adalah aku. Semoga, hatimu berbalik kepadaku. Hanya Allah yang bisa membolak balikkan itu. Ke khawatiran ku menjadi ketika aku berpikir bahwa kamu sudah bermain ke rumah cewek itu. Rasanya ingin setiap hari mendengar kabar darimu. Mengirim pesan tanya kabarmu adalah sesuatu yang paling aku inginkan tapi, aku tidak bisa melakukannya karena aku hanya tidak berhak melakukan itu lagi. 

"Cinta itu ikhlas. Kenyataannya, aku tidak ikhlas dan aku akan memohon kepadaNya agar kau ditakdirkan untukku" 

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.