Introvert Bukanlah Pemalu

Introvert Bukanlah Pemalu


Setiap orang pasti mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. Carl Jung mengembangkan teorinya, dan dia memperkirakan bahwa kita terlahir dengan sebuah bakat kepribadian yaitu introvert dan ekstrovert. Kepribadian introvert adalah kepribadian yang menyukai situasi yang tenang dan tidak begitu banyak orang sedangkan, kepribadain ekstrovert merasa nyaman di keramaian dan mudah bersosialisasai dengan banyak orang. Biasanya, seorang introvert menyukai kegiatan seperti menulis, membaca, mengoperasikan komputer, menonton film, memancing sedangkan ekstrovert menyukai jalan-jalan bersama teman, berada di lingkungan yang interaktif, bersemangat untuk melakukan banyak hal.
Ada banyak mitos tentang seorang introvert yang merupakan sesuatu kesalahan besar. Salah satunya bahwa seorang introvert bukanlah seorang pemalu. Seorang introvert tidaklah sama dengan seorang pemalu atau seorang yang mempunyai kepribadian menutup diri. Karena, orang introvert lebih senang untuk melakukan kegiatan sosial mereka sendiri. Tetapi, mereka tidak segan untuk melakukan intraksi sosial dengan orang lain. Sedangkan orang pemalu, mereka merasa berat untuk melakukan intraksi sosial.
Yang membedakan introvert dengan lainnya adalah sumber kekuatan mereka. Introvert mendapatkan tenaga dari dunia yang berisi ide, emosi dan pengalaman milik mereka sendiri. Introvert merupakan penyimpan energi. Mereka bisa menerima terlalu banyak tekanan dari dunia luar dengan mudahnya, yang mengakibatkan mereka merasakan suatu perasaan tidak nyaman dan “sesak”. Perasaan itu bisa berupa kegelisahan atau kebutuhan pikiran. Bila terjadi demikian, mereka perlu membatasi kegiatan sosial mereka agar tidak kehabisan tenaga. Akan tetapi, introvert juga perlu menyeimbangkan waktu mereka untuk menyendiri dengan waktu mereka untuk bergaul di luar, kalau tidak mereka akan mudah lelah dan pusing.
Introvert bagaikan baterai isi ulang. Mereka perlu berhenti sejenak untuk mengisi ulang tenaganya. Itulah gunanya lingkungan dengan sedikit tekanan bagi introvert. Lingkungan tersebut membantu mereka untuk mengisi ulang tenaga, dan merupakan sifat alamiah introvert. Mengisi energi bukanlah suatu hal yang mudah bagi introvert, apalagi dengan keadaan dunia sekarang ini yang serba cepat. Introvert membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengisi ulang tenaga daripada ekstrovert dan energi mereka habis dengan cepat. Introvert harus cermat mengetahui berapa energi yang ada dalam diri mereka dan memerlukan perencanaan yang baik agar tidak mudah lelah.
Sebagai contoh, Vivi mempunyai banyak rencana kegiatan dari pagi sampai malam. Dia sudah merencanakan dengan detail aktivitas apa yang dilakukan. Kemudian, dia melihat jadwalnya tersebut dan dia merasa terlalu banyak yang harus dilakukan. Membuat tidak nyaman sehingga, Vivi harus mengatur ulang jadwal agar seimbang kegiatan dan mengisi energinya sehingga, tidak kehabisan energi di tengah jalan. Contoh lainnya, ketika introvert berada di pesta yang terdapat banyak orang. Menguras banyak energi meraka karena banyak melakukan perbincangan dengan berbagai topik yang berbeda. Itulah kenapa kebanyakan introvert akan cepat pulang dari pesta tersebut karena energi mereka habis menyebabkan terlihat murung atau lemas dan pusing.
Jika seorang introvert bisa mengelola energi mereka dengan baik, mereka bisa lebih unggul daripada lainnya. Contoh terdapat kisah dari seorang yang terkenal yaitu Albert Einstein. Beliau  terkenal dengan kecintaannya pada kesendirian. Beliau juga contoh bagaimana suatu lingkungan yang keras dapat melumpuhkan introver dan menutup potensi mereka. Denis Brian menjelaskan betapa sulitnya kehidupan Einstein saat ia bersekolah di zaman pada tahun 1800 an. Albert adalah seorang pendiam dan suka menutup diri, dia layaknya seorang pengamat. Menurut denis jika ia terus tinggal dan berskolah di Jerman, ia mungkin tidak akan pernah menjadi seorang ahli fisika yang brilian. untungnya karena ayahnya kurang pandai berbisnis, keluarga Einstein, harus pindah ke Italia. adik Einstein terpana dengan perubahan dratis yang dialami kakaknya hanya dalam waktu enam bulan setelah mereka pindah ke Italia. 
Laki-laki yang tadinya gugup, menutup diri dan suka melamun telah berubah menjadi seorang yang ramah, periang dan mempunyai selera humor yang tinggi. Apakah dia berubah karena udara di Italia atau karena orang di Italia itu ramah-ramah atau karena dia telah lolos dari neraka di Jerman ?
Enistein menyampaikan “Saya tidak pintar, saya hanya meneliti sebuah masalah lebih lama dari orang lain.” Introvert dapat mengakses talenta mereka seperti kemampuan untuk berkonsentrasi dan bertanya, akan tetapi mereka hanya dapat melakukannya di lingkungan yang kondusif. 
Jadi, jelas bahwa orang introvert bukanlah pemalu. Akan tetapi, apa yang mendorong bagi introvert untuk berani menampilkan dirinya, sering kali berbeda dengan apa yang mendorong ekstrovert. 

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.