Akan ku Ceritakan (part 1)

Tanpa ada angin, jantungku berdegup kencang. Iya, aku ingin tahu perasaan dia yang sesungguhnya kepadaku. Aku tidak mau hatiku tersiksa terus menerus dengan sesuatu yang tidak pasti itu. Aku beranikan diri untuk voice note 
" Agar lancar perjodohanku, tolong jujur padaku, sebenarnya kamu suka apa tidak sama aku? "
Sudah berapa banyak setan yang memasuki diriku sehingga, aku berkata seperti itu seperti tidak punya malu. 

Dia membalas pesan tersebut cukup lama. Dalam menunggu pesan tersebut jantungku berdetak sangat cepat diiringi tangan yang gemetar. Terdengan klise sih, kenyataannya begitu. whuaaa....

Kotak masuk pun muncul, aku mendengarkan pesannya. Aku terdiam, membusu, dan hancur berkeping-keping setelah mendengar pesannya  :

"Gini War, pertama aku mohon maaf atas apa yang aku sampaikan tapi ini tidak mengurangi rasa hormatku kepada sampean dan ini adalah jujur dari hatiku. Sebenarnya aku juga kaget waktu itu karena sampean ada rasa kepadaku karena aku dari awal hingga hari ini menganggap sampean adalah teman masa kecilku seperti teman-teman yang lain yang telah mengisi cerita hidupku. Aku menganggapnya, aku dan sampean adalah teman dan ketika sampean suka sama aku, bukan aku tidak suka dengan sampean karena alasan ini itu tetapi, saya tidak jatuh cinta karena cinta itu bagiku bukan kalkulasi dengan sederet alasan ini dan itu tapi hati ini tidak berkehendak untuk jatuh cinta jadi mohon maaf, aku sedang tidak jatuh cinta, dan terimakasih sudah jujur denganku, mohon maaf aku belum bisa menerima cinta sampean. Tapi aku harap sampean mau menjadi teman dan sahabatku. Semoga sampean menemukan cinta sejati dan jodoh yang terbaik untuk sampean. Semangat ya. hehehehe"

Apa menurut pendapat kalian ?
Menurutku dia mengolah dan memilih kata-katanya sangat halus jadi, yang mendengarnya luluh. Tapi, buatku itu membuatku bertambah hancur sehancur-hancurnya. Dia benar-benar baik dan membuatku ingin menangis karena kebaikannya ingin aku miliki seorang.


Menangislah Wahai Hati yang Terluka

Tidak ada yang bisa wanita lakukan selain menangis dikala dia sedang patah hati. Ya, ketika seorang cewek sudah berusaha, dan mengatakannya. Sudah bertemu dan mengobrol. Dia (Cowok) tetap tidak mencintai kita. Apalagi dia sudah berkata menyukai orang lain. Hatiku sangat hancur. Tau pisau yang tajam? Sudah menusuk bagian dari hatiku. 
Terkadang aku membencinya tapi, terkadang dia tidak bersalah apa-apa. Iya, aku yang salah. Salah telah mencintaimu. Salah telah jatuh cinta pada orang yang salah. Salah karena kamu orang yang baik. Salah karena aku mencintaimu tanpa syarat. Syarat yang harus aku tancapkan yaitu cinta. Ya, kau tak mencintaiku. Kau tak pernah ingin bersamaku. 
Ketika Kau dan cewek yang kau cintai sama-sama online. Hatiku sangat remuk. Terbesit, apakah kalian sedang chatingan. Dan dugaanku benar, kalian sedang berchattingan. Karena prasangkaku selalu benar. Hatiku remuk se remuk-remuknya. 
Aku harus mengikhlaskanmu bersamanya. Dia belum mencintaimu, tapi aku yakin kau akan berusaha agar dia mencintaimu. Selamat berjuang meluluhkan hatinya. Disini, aku menunggu disaat kau lelah mencintai orang lain, disaat kau tidak ada tempat untuk berpijar, aku disini siap menunggumu. Iya, aku siap menantimu. Biarpun kau tolak aku secara terus menerus. Aku siap menunggumu dengan tangan lebar, hati yang luas, dan senyum yang selalu mengembang. Setelah kau benar-benar senang mencari yang lain dan kau merasa lelah. Aku siap menjadi tempat kau singgah biarpun tak pernah kau lirik. Aku siap menerimamu dengan segala kekuranganmu. Iya, kau pasti mencari yang lebih cantik dan sevisi. Aku akan memperbaiki diriku untuk kau cintai. 
Tapi, ketika itu terjadi, aku mulai menjauh darimu perlahan. Iya aku kan selalu menunggu tapi, hatiku sakit sehingga aku menjauh darimu perlahan. Menjauh bukan berarti aku melupakanmu, tapi aku ingin kau tahu bahwa hatiku merasakan sakit. Iya sakit saat kau chat sama si yang kamu suka. Apalagi kalian online secara bersama... :D

Sepi tertawa bersamaku

rindu,
kau sangat menyejukkan
kau sangat menyenangkan
kau sangat ingin aku peluk
kau sangat ingin aku cium

rindu,
apakah kau juga ?
apakah kau ingat ?
apakah kau merasa ?

rindu,
kita bergandengan tangan di jalan berliku
kita menatap mata satu sama lain
kita bercerita tentang mimpi besar

rindu,
dekap aku
dalam dukamu
dekap aku dalam sepimu
aku menunggumu

Aku tidak bisa bersahabat ataupun berteman

Pada hari minggu ini, tanggal 21 oktober. Dengan tangisan didalam kamarku. Renungan dan rasa sakit yang begitu hebat. Aku memutuskan tidak berteman denganmu. Bukan berarti aku membencimu, bukan tapi, aku memutuskan silaturahmi.
Tidak, aku tidak pernah membenci tapi, silaturhami kita terputus. Lebih baik seperti ini. Karena rasa sakit ini menjadi ketika aku ingin chat terus. Iya aku tidak bisa menahan ketika aku ingin chat kamu terus. Aku ingin in tauch denganmu terus. Iya, karena aku ingin lebih dari itu. Aku mengharapannya. Biarpun kita belum bisa bersatu. Aku mengharapkannya.
Dan itu harapan yang tidak boleh terjadi karena itu sangat menyakitkan.
Jika kita berjodoh, pasti Allah punya jalannya tapi, untuk sekarang hatiku harus menjauh darimu.
Iya harus menjauh detik ini.
Terimakasih telah menghargai aku. Terimakasih telah mengajak ke gunung ijen.
Dan terimakasih untuk tidak menyakitiku secara kasar. Ternyata baru tahu kau introvert. Aku paham introvert tidak akan tega menyakiti orang lain sehingga, kau tidak menyakitiku dengan kasar tapi halus.
Aku akan menerima keputusanmu. Dan terimalah keputusanku untuk menjauh. Agar kau bisa hidup tenang dan terus bermimpi besar.
SUKSES YA ^-^


TO KHCF

Pertemuan untuk Berpisah

Malam sunyi
Tak ada cahaya
Kau menerangi ketakutan
Kau cahayaku
Hanya di malam itu
Kutemukan keindahan

Tak pernah terpikir untuk bertemu denganmu. Iya, bertemu denganmu wahai pujaan hatiku. wkwkwk. Kau datang dengan tertawa. Mungkin tertawa dengan kelakuanku.hahaha. Mau cerita banyak tapi malas.hahaha
intinya, aku ingin memelukmu disaat halal tapi waktu itu belum halal.hehehe
JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.