Rindu

Semilir angin mengarah ke arah rambutku, membelai lembut wajahku. Menikmati suasana pagi hari di alun-alun dengan bunga yang bermekaran. 
"Hari minggu banyak yang ke alun-alun ya " batinku.
Di sudut-sudut rumput yang luas kulihat sebuah keluarga kecil yaitu ayah, ibu, ke dua anak. Mereka sangat ceria sekali, penuh canda tawa. 
"Ingin banget seperti itu suatu hari nanti, eh sama siapa ya? masih jomblo kayak gini" cengir-cengir sendiri. hehehe
Di sudut lainnya, kulihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang berjualan. Hari yang sepagi ini mereka bersemangat mencari rezki.
"Semangat berjualan, keren ya, kapan aku bisa meniru semangat seperti itu ya?" penuh tanda tanya.

Mereka sibuk pada dunia yang mereka fokuskan yaitu keluarga untuk masa depan. Sekarang aku bertanya pada diriku,
"Apa tujuanku di dunia ini ya? Jodoh belum mendekat, perkerjaan juga belum tetap, terasa sangat hampa".  
"Ah, sudahlah, sendiri tidak apa-apa yang penting bermanfaat bagi orang tua" nyemangatin diri sendiri.

Sesampai di rumah, tiba-tiba perasaan rindu itu muncul. Menangislah aku sejadi-jadinya. 
"Kenapa aku begini ya Tuhan?" 
"Aku kangen sama diriMu Tuhan" 
Mengingat masa-masa saat puasa tiba. Serasa damai dan tidak ada rasa khawatir tentang masa depan, hanya mengharapkan ridho Allah, bukan mengharap selain diriNya.

Dari sebelum sahur sampai setelah buka selalu menyebut namaMu, tak pernah aku berhenti untuk mengharap ridhoMu. Aku tidak mau karena ini aku kehilangan damaiMu. Aku mengharap sesuatu yang besar yaitu jodoh. Mana mungkin kau kabulkan jika aku tak meminta kepadaMu di pertiga malam. Ku ingin damai bersama ridhoMu agar senantiasa tidak menggalau kan sesuatu yang sudah tertulis di laufudz mahfudz.

#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day14

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.