Ingin Bertemu

Aku ingin kesana tapi apa daya karena aku tidak diperbolehkan ayah pergi jauh. iya aku sangat sedih, tapi apa daya.

Kau tidak bisa menerima cintaku

"Gini War, pertama aku mohon maaf atas apa yang aku sampaikan tapi ini tidak mengurangi rasa hormatku kepada sampean dan ini adalah jujur dari hatiku. Sebenarnya aku juga kaget waktu itu karena sampean ada rasa kepadaku karena aku dari awal hingga hari ini menganggap sampean adalah teman masa kecilku seperti teman-teman yang lain yang telah mengisi cerita hidupku. Aku menganggapnya, aku dan sampean adalah teman dan ketika sampean suka sama aku, bukan aku tidak suka dengan sampean karena alasan ini itu tetapi, saya tidak jatuh cinta karena cinta itu bagiku bukan kalkulasi dengan sederet alasan ini dan itu tapi hati ini tidak berkehendak untuk jatuh cinta jadi mohon maaf, aku sedang tidak jatuh cinta, dan terimakasih sudah jujur denganku, mohon maaf aku belum bisa menerima cinta sampean. Tapi aku harap sampean mau menjadi teman dan sahabatku. Semoga sampean menemukan cinta sejati dan jodoh yang terbaik untuk sampean. Semangat ya. hehehehe"

27 September 2018
Hari dimana aku akan membuka lembaran baru. 

Surat Cinta Yang Tak Pernah Terbalas



Hai, apa kabarmu di sana?
Semoga kau baik-baik saja ya disana.
Apa kabar dengan skripsi kamu ?
Semoga lancar dan segera lulus.
Bagaimana Organisasimu ?
Semoga selalu diberi kelancaran mimpi yang kau raih.
Pasti kau sedang mengejar mimpi ya ?
Jika iya semangat buat mimpi itu.
Semangat buat segala aktivitas yang kau kerjakan.
Ku disini selalu berdoa agar kau diberi kelancaran selalu.

Jujur, aku merindukanmu.
Tanpa pernah kau kasih kabar.
Aku merindukanmu
Tanpa pernah kita bertemu
Itu semakin merindukanmu

Ku ingin kau pegang erat hatiku
Tanpa pernah melepaskannya
Ke jalan suci
Yang diridhoi Allah

Kau tau maksdku kan ?
Intinya aku menunggu
Dalam sepi dimalam gelap
Kau cahaya yang mampu menyelimutiku di dalam dingin

Entah kau akan memilihku atau memilih yang lain
Aku terima konsekuensinya
Itu pilihanku
Dan itulah rasaku padamu

to KHCF
from Sahabatmu

Hari ini tanggal 28 september dimana aku bersedih karena perkataan jujurmu.
Disini ku membisu dengan segala air mata menemani
Disini dalam kesunyian, dadaku begitu sesak
Disini aku tertatih mencoba bangkit karenamu
Disini aku terluka dengan perkataanmu
Kau berkata "menghormatiku" bagai pisau tajam menusukku
Kau berkata "Saya sedang tidak jatuh cinta" bagai jarum-jarum siap membunuhku
Kau berkata "Aku tidak bisa menerima cinta sampean" bagai petir menyambar kehidupan yang indah
Dunia mulai terlihat suram
Tak bergemim antara melodi yang ingin aku ceritakan
Oksigen berubah menjadi Karbon dioksida
Tak ingin lagi aku menghirup indahnya pagi maupun malam
Relung-relungku mati
Tak ingin merasa lagi

Jantung ini sudah berkali-kali sudah aku buat sakit
Maafkan ya hati kecil yang indah
Aku menghancurkanmu lagi
Mungkin aku harus belajar dicintai

Aku berjanji siapa yang mencintaiku dengan tulus
Aku akan menyerahkan hatiku dengan tulus juga
Siapa yang berani melamarku
Semoga orang itu adalah yang terbaik buatku

PETUALANG KEMERDEKAAN



Sejarah bukan sekedar dihafal (Anymous)
“Ah, negara korupsi!” Sekar menyeringai. Sekar Agustin Permata sedang menonton berita politik. Dia telah mencibir berkali-kali tentang korupsi di Indonesia. Ayahnya yang berada disamping hanya tersenyum melihat tingkah Sekar.
“Kar, tidak jadi berangkat kuliah ?” tanya sang ayah penasaran.
“ Oh iya, ayah sih tidak mengingatkan jadi lupa. Aduh, pasti telat nih!” Sekar terburu-buru beranjak dari tempat duduk untuk siap-siap. Dia berlari sekencang-kencangnya menuju kamar mandi.
Ketika Sekar siap berangkat kuliah. Dia kuliah jurusan pendidikan matematika di kota Surabaya. Kota yang berhawa panas dengan berjuta lalu lalang orang mencari pekerjaan. Kota dengan julukan Kota Pahlawan terkenal arek-arek Suroboyo mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia lalu.
Saat tiba di terminal Mojokerto, Sekar beranjak menuju bus arah ke Surabaya. Bus hijau yang kecepatannya lumayan, tidak seperti bus-bus besar lain. Seperti biasanya, Sekar menikmati setiap detik perjalanan menuju kesana.
“Selalu macet, ah!” Sekar cemberut dengan kemacetan Sepanjang.
Ketika turun, dia harus berjalan menyusuri Jembatan gantung yang berada di atas jalan raya. Dia lagi-lagi menyeringai, di sepanjang jembatan gantung banyak pengemis.
“Gini nih, kalau negara korupsi. Banyak pengemis!” dalam batinnya.
Sekar melihat diantara pengemis, ada anak kecil kira-kira berumus 7 tahun.
“Anak kecil itu kenapa ngemis daripada sekolah. Duh apa yang dilakukan pemerintah. Negara korupsi ya begini,” katanya. Dia menyebut kata negara korupsi berkali-kali. Dia memang pembenci negara Indonesia. Bukan orang-orang disekitar tetapi, sang pemimpin yang tidak profesional dengan kewajibannya.
“Ah, sudahlah. Tidak ada habisnya kalau memikirkan itu.” Dia memutuskan fokus bimbingan ke dosen. Dia sudah semester akhir di jurusan matematika. Rasa lega ketika keluar dari ruangan dosen dengan wajah sedih bercampur bingung. Mahasiswa akhir tak bisa dipungkiri mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari dosen ditambah revisian tiada berhenti.
Dia memutuskan pulang untuk menenangkan pikiran. Dia mulai mengantuk dalam perjalanan pulang ke rumah. Matanya kedip-kedip, akhirnya menutup.
“Dimana ini?” terliahat wajah kebingungan Sekar. Dia berada dalam ruangan besar ala-ala zaman dahulu. Dia duduk diantara orang-orang berkulit putih, tinggi.
“Ah, ini kan orang belanda.” Dia mencoba bertanya kepada salah satu orang belanda.
Tiba-tiba, orang belanda terlihat gagah ditengah podium berbicara,
“Merupakan satu keharusan bagi generasi ini bahwa kita semua harus menguasai betul bahasa Belanda.”
“Apa? Kok membahas bahasa belanda. Dimana sih ini?” Dia setengah ketakutan.
Sekar terlalu malu bertanya pada orang yang disampingnya. Tiba-tiba suara anak kira-kira umur 16 tahunan membuat hening seluruh ruangan.
“Tidak. Saya tidak setuju.” Suara keras dengan sedikit gugup anak tersebut melanjutkan kata-katanya.
“Tanah tumpah darah yang kita banggakan ini dulu pernah disebut Nusantara. Artinya, ribuan pulau-pulau, dan banyak di antara pulau-pulau ini lebih besar dari seluruh Negeri Belanda. Jumlah penduduk Negeri Belanda hanya sepersekian dari penduduk kita. Bahasa Belanda hanya dipakai oleh enam juta orang.”
Sekar kagum dengan anak tersebut, dia berani menentang orang belanda yang gagah. Dia mulai berpikir, “kenapa ada orang belanda? Apa ini zaman penjajahan belanda di Indonesia? Kenapa aku disini, OMG, aku harus gimana?” Sekar mulai kebingungan dan ketakutan.
Kebingungan teralihkan oleh anak tersebut yang berkata,
“Belanda berkulit putih. Kita sawo matang. Rambut mereka pirang dan keriting. Kita lurus dan hitam. Mereka tinggal ribuan kilometer dari sini. Jadi mengapa kita harus berbicara Bahasa Belanda?” Kata anak tersebut dengan tegas.
“Wow, anak ini keren banget. Seru nih. Tapi, siapakah anak ini?” Kata Sekar. Orang gagah di podium terlihat masam kepada anak itu.
Ketika aku ingin bertanya dimana ini. Tiba-tiba kepala Sekar merasa pusing. Dia berganti tempat di ruangan tertutup bersama 6 orang disitu. Mereka berdebat hebat. Sekar meresa jengkel dengan perdebatan yang terjadi. Dia berteriak, tetapi tidak ada yang merespon seperti dia tidak bisa melihat Sekar.
Suara keras terdengar, “SEKARANG WAKTUNYA INDONESIA MERDEKA!”
Sekar merasa wajah itu terlihat familier. “Oh ini kan Bung Karno, OMG ini seperti menonton sebuah film. Kenapa aku bisa melihat peristiwa ini. Wow ini sangat seru bisa melihat secara langsung Bung Karno.” Sekar mulai berbunga-bunga.
“Rakyat belum lagi siap,” keluh orang lainnya.
“Rakyat SUDAH siap,” Jawab Bung Karno tegas. “Dan itu menadi semboyan kita: ‘Indonesia merdeka SEKARANG,” Dia ulangi lagi, “Indonesia merdeka SEKARANG!”
Wajah Sekar melihat dengan kagum ketegasan dan keberanian Bung Karno. “Aku bisa cerita ke teman lain kegagahan Bung Karno nih, tapi kenapa aku disini!” batin Sekar bingung untuk kesekian kali.
“Ini tidak mungkin dilakukan, Bung,” potong lainnya.
“Cita-cita Bung Karno terlalu keras. Kita akan dihancurkan sebelum mulai. Mayoritas rakyat yang mendengarkan Bung Karno, akan mengikuti secara membabi buta, tatapi Indonesia merdeka SEKARANG adalah terlalu radikal. Pertama kita harus pelan-pelan mengusahakan persatuan nasional.”
“Kita belum bersatu, betul. Kita memiliki terlalu banyak ideologi, setuju. Kita harus mengusahakan persatuan nasional, ya. Tetapi jangan lagi bergerak pelan-pelan. Bukankah 350 tahun sudah cukup pelahan!” Seru bung Karno.
“Pertama kita harus mendididk rakyat kita yang jutaan jumlahnya. Mereka harus dipersiapkan untuk memerintah mereka sendiri. Kedua, kita harus memperbaiki kesehatan mereka agar tahan berdiri tegak. Bukankah lebih baik kalau segalanya sudah lengkap dan beres terlebih dahulu?” Jawab mereka.
“Satu-satunya waktu agar segalanya sudah lengkap dan beres ialah bila kita sudah mati,” teriak Bung Karno. “Untuk mendidik mereka secara pelan-pelan akan memakan waktu beberapa generasi. Kita tidak perlu menulis tesis atau membasmi malaria sebelum kita memperoleh kemerdekaan. Indonesia merdeka SEKARANG! Setelah itu baru kita mendidik dan memperbaiki kesehatan rakyat dan negeri kita. Hayo, bangkitlah sekarang.”
Tiba-tiba aku pusing dan membuka mata. Terlihat kedua orangtuaku mengis bercampur bahagia. “Akhirnya kau bangun anakku.”
“Aku dimana?” tanya Sekar.
“Kau habis kecelakaan sepulang dari Surabaya” jawab ibuku.
“Ternyata itu semua mimpi”.
Dia mulai jatuh cinta kepada sang kemerdekaan yaitu Bung Karno. Perjuangan yang sangat hebat. Akhirnya dia mencintai Indonesia karena mereka telah memerdekakan Indonesia. Tanpa mereka Kita bukan apa-apa.

#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day29

Malam



#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day28

Lelah




#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day26

Setitik Harapan



Cintai dirimu sendiri, maka kau akan tahu betapa berharganya dirimu (Anymous)

Aku besar di Mojokerto. Kota kecil punya angin yang sepoi-sepoi. Namaku Langit. Orangtuaku memberi nama tersebut agar aku selalu menyejukkan, menenangkan, dan menyenangkan seperti langit. Sayangnya aku tidak seperti itu. Teman-teman menyebutku 'sie polos', ketika itu aku sangat pendiam dan tidak tak punya teman. Umurku baru 17 tahun masih duduk di SMA ternama di daerah mojokerto. 

Hal yang palingku benci saat jam istirahat berbunyi. Anak-anak lain pergi ke kantin, bercenda gurau bahkan bermain poker. Tapi, aku di kelas sendirian, diam dan pura-pura membaca buku. Aliran deras meluncur melalui tubuhku ketika teringat masa lalu. Masa dimana membentukku seperti ini. 

Kedua orangtuaku selalu sibuk dengan pekerjaan sehingga aku dikirim ke rumah adiknya budhe yang mempunyai anak seumur. Nama anak tersebut Cantika. Ketika itu kami sama-sama berumur 6 tahun. Cantika nama yang bagus tetapi tidak dengan kepribadian. Dia pernah membuatku sangat ketakutan. Didalam kamar yang berantakkan, berdebu dan tidak berlantai. 

Dia mendekatiku, menarik dan memelukku. Hembusan nafasnya bisa aku rasakan, sangat dekat wajah kita saling bertatapan. Diam, hanya itu yang bisa aku lakukan. Karena jika aku berteriak, dia akan mencubit dibagian pupuku seperti biasanya. Dia menciumku dan membuka bajuku. Aku menangis melihat apa yang dia lakukan. 

Kenangan tersebut sangat mencekikku. Aku tidak pernah menceritakan kenangan tersebut kepada orang lain bahkan kepada kedua orangtuaku. Saat orang lain mencoba mendekat siapapun itu, aku hanya terdiam tidak berkutik karena kenangan itu selalu membayangiku.

Nama langit juga sangat membebaniku. Aku tidak bisa memenuhi nama tersebut. Terkadang orangtua kecewa terhadap keberadaan diriku. Suatu ketika orangtuaku berkata, "Kau tidak bisa apa-apa." Hatiku tercabik-cabik ketika aku menolak perintah orangtua. Bukannya menolak tapi, aku tidak bisa melakukan apa yang diminta. Ibuku meminta tolong menannyakan uang galon kepada tetangga. Terlalu malu untuk melakukan itu. 

Tidak ada gunanya aku memikirkan diriku yang seperti ini. Meraba rasa sakit di dada bertambah sakit. Khawatir terhadap masa depan yang masih panjang. Apa akan terkikis oleh waktu? Terkadang hidup ini tidak adil. Terkadang, ingin bebas dari belenggu ini. Namun, apa daya kegelapan sudah merajalela. Keputusasaan terbelenggu oleh kegelapan.

Umurku beranjak 21 tahun, ada seorang teman yang baik sekali mencoba menolongku. Akhirnya aku dibawa kepada seorang psikolog. Disana aku mendapat hipnotis. 

#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day25

Kelebihan

Setiap orang pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Begitupun orang yang berkepribadian introvert. Mereka mempunyai kelebihan yang tak pernah kalian tahu. Dan kelebihan mereka sangat istimewa. Aku yakin kalian tidak akan percaya ini. 

Kelebihan istimewa mereka :
  1. Tidak mudah percaya kepada orang lain. Ini yang menyebabkan selalu hati-hati terhadap orang lain bahkan kepada sahabat. Tapi, ketika mereka percaya, mereka akan menjadi orang yang sangat setia. Jangan pernah mematahkan kepercayaannya, mereka tidak akan memberikan hatinya lagi.
  2. Ketika jatuh cinta kepada lawan jenis. Mereka tidak akan melihat kekuranganmu. Keseharian, sifat dan kebiasaanmu dia cari dengan sendirinya melalui teman, media sosial bahkan blogmu. Ketika dicintai orang introvert, coba kenali dia lebih dalam, maka kau akan terkesan.
  3. Jiwa sosial sangat tinggi. Peka terhadap orang lain. Jika kau bertemu dengan mereka dan kau ada masalah. Kau mencoba tersenyum. Mereka pasti tetap tahu bahwa kau sedang sedih. Mereka akan tau tanpa kau katakan.
  4. Sotoy (Sok tau), menurutku ini kelebihan mereka. Kebanyakan sering menebak sifat seseorang dan kemungkinan benar adanya.
  5. Menganalisis masalah secara detail. Mereka akan menganalisis dari hal terkecil kenapa kamu menangis. Sebab akibatnya, tidak langsung mengejude sesuatu tapi, mencari inti dari masalah tersebut.
  6. Sederhana, kebanyakan tidak neko-neko. Tidak berlebihan kalau menginginkan sesuatu. Maksudnya tidak menginginkan sesuatu yang mewah. Simple but nyaman.
  7. Apa adanya. Ini sifat yang sangat terlihat di diri mereka. Terlihat sekali kalau mereka lagi sedih, senang dan khawatir dari raut wajahnya.
  8. Jujur. Siapa sih yang tidak suka sama sifat ini? Kebanyakan seorang introvert adalah orang yang jujur. Kalau ingin tau pendapat tentang dirimu, tanyalah orang introvert. Mereka akan jujur kepadamu tentang dirimu.
  9. Polos. Ini yang kebanyakan orang tidak punya. Hanya introvert aja yang punya.hehehe


#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day23

Lahapan Sang Waktu

Hijau menjadi merah
2012 menjadi 2019
Kurus menjadi gemuk
Bertahan menjadi rentan

Senyum hatiku mulai mengering
Berapa waktu lagi aku melamun?
Melamun ketidakadilan disisiku
Kapankah sang harum menyiram tubuhku?

Lancipnya waktu menembus sukmaku
Mengalir ke dalam sekat-sekat waktu
Memaksaku keluar dan berteriak
Mengakibatkan tangisan darah

Berusaha mengambil sang bintang 
Tapi, pecah mengecewakan
Lilin selalu meliputiku
Lilin pertama sekarat, masih terdapat lilin lainnya

H terdapat di baris pertama
U di barisan belakang
Samar-samarku melihat sang harum
Lilin itu ada di sekitar H dan U

Terbang adalah hal terindah
Didekat agar mencium bau harum
Merasakan bahagia di antara yang lain
Tetap saja aku menginginkan harum



#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day22

Solusi 1 : Energi

Mata mulai berkunang-kunah, pikiran kemana-mana, terlihat tidak fokus dan kelihatan linglung. Pernakah ditengah pembicaraan merasa seperti itu ?. Terasa habis energi untuk mengobrol dengan seseorang. Bukan karena lawan ngobrol membosankan atau tidak menarik. Karena energi kita mulai habis, ingin pergi dari situ untuk menyendiri menambah energi.

Kalian tidak perlu khawatir, jika hal itu terjadi. Kalian tidak salah ataupun kalian bukan orang bodoh. Hanya kalian seorang introvert tidak lebih dan tidak kurang. Jika hal itu terjadi, tetap tenang, ambil nafas dan keluarkan. Bilang kepada diri sendiri "Saya baik-baik saja".

Setelah itu, bilang kepada lawan bicara alasan untuk meninggalkan percakapan. Misal mendadak ada keperluan atau kebelet buang air kecil. Sesuadah meninggalkan percakapan, isi ulang energi kalian saat sendiri. Mungkin dengan main handpone, membaca buku, menonton film, menonton hal lucu. Sesuatu yang disebut 'Me time'.

Pastikan kalian mengetahui kapan waktunya mengisi energi dan kapan waktunya bersosialisasi (mengeluarkan energi). Harus pinter-pinter memenej diri sendiri agar bisa seimbang. Jika kalian tidak seimbang atau kehabisan energi di tengah-tengah keramaian, dampaknya kepala pusing, ingin marah-marah dan terlihat tidak bertenaga (lemas). 

Mungkin kita bukan seseorang yang seperti lainnya tapi, kita mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki orang lain yaitu kepekaan. Ketika ada teman kita terlihat berbeda dari biasanya, kita mengetahui ada sesuatu yang tidak beres. Jiwa kita sosial tapi, perlu melatih energi untuk bisa menolong orang lain yang membutuhkan bantuan. 

Jika kalian berhasil menyeimbangkan energi dalam diri kalian. Aku yakin kalian akan menjadi seseorang yang berjiwa sosial tinggi. Akan memberikan yang terbaik untuk orang lain dengan tulus. Jiwa kalian adil, kalian bisa menghargai orang lain. Dan kalian pasti banyak dicintai oleh orang lain. 

-Orang sukses berasal dari ketidakadilan (Anymous)-

#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day20



Mblo-mblo (Sahabat Hingga Jannah)








Pengagummu


Jadikanlah kekuranganmu menjadi kelebihanmu. Itu kalimat yang selalu terngiang dalam hariku. Setiap pagi sering berjumpa denganmu. Hanya melihatmu dari dekat aku sudah senang. Kamu selalu berangkat lebih pagi dan diluar kelas duduk-duduk berbincang ria dengan seorang teman.

Masa SMA kala itu aku menyukaimu. Mungkin aku salah telah ada rasa ini kepadamu. Kau tidak akan menyukaiku. Kita tidak akan pernah bisa bersatu. Karena kita berbeda keyakinan tapi aku  tetap mengagumimu kala itu.

Pertama aku bertemu denganmu di tempat les. Kau begitu aktif bertanya kepada tentor dan sekali-kali membuat kelas menjadi menyenangkan dengan guyonan lucumu. Kau setiap hari membuat tertawa. Mulailah rasa itu muncul karena tingkahmu yang lucu.

Mulailah aku memberanikan diri untuk mengirim pesan ke handphonemu. Tidak berani mengakui siapa diriku, hanya menyebut aku penggemarmu. Mulailah aku bertanya-tanya keseharian tentang dirimu. Kau menjawab dengan santainya. Saat hari natal, aku mengucapkan selamat natal.

Pernah kau bertanya, kenapa tidak mau menyebutkan siapa diriku. Aku menjawab 'Aku mempunyai kekurangan banyak, takut kau menjauh dariku'. Dia mengatakan kata yang sampai sekarang aku kenang 'Jadikanlah kekuranganmu menjadi kelebihanmu'. 

Temanku Rachel berkata 'Oh ini yang mengirim pesan ke koko'. Akhirnya aku ketahuan, terdiam dan membisu. Aku menatap atap sekolah, inginku menghilang agar tidak malu tentang apa yang sudah aku lakukan. Rachel cerita bahwa koko tanya tentang sebuah nomer, dan ternyata itu nomerku.

Pagi hari, dia terlihat dan aku hanya menunduk melawati dia. Kita hanya saling diam tak menyapa atau dia tak mengajak mengobrol. Tidak berani lagi aku mengirimi pesan atau ingin tau kesehariannya. 

Pada suatu ketika di les-lesan ada try out. Terlihat temanku Rachmania melambaikan tangan untuk mengajak aku di samping tempat duduknya. Dan dismping tempat dudukku ada dia. Aku tak tahu harus berkata apa. Dia mengajak aku ngobrol. Dia sungguh baik tapi aku tidak bisa bersatu.

Jika kau punya rasa untuk seseorang maka pendamlah. Ungkapkan kepada Yang Mahakuasa. Allah pemilik hati setiap manusia. Allah bisa membolak-balikkan hati dengan mudahnya. Sehingga, alangkah baiknya kau tikung dia disepertiga malam untuk mendapatkan ridhoNya.



#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day18

Percaya

Ada yang bilang, kalau bermimpi setinggi langit jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang. Kadang ada yang sadar maupun ada yang tidak sadar bahwa itu adalah mimpi mereka yang membuat semangat hidup meningkat.

Memperoleh beasiswa ke luar negri adalah mimpi saya. Untuk mendapatkan itu, entah mengikuti lomba kepenulisan ataupun beasiswa s2. Iya, saya ingin jalan-jalan atau menempuh kuliah di luar negeri. Terlalu tinggi ya? iya. Tapi, membuat jatung saya berdetak keras alias jiwa saya hidup.

Kenapa harus luar negeri? Saya ingin melihat indahnya benua eropa. Apakah seindah indonesia, seramah indonesia. Bukan itu sih alasannya.hehehe. Alasan saya kenapa harus keluar negeri adalah agar melatih kemandirian, kedewasaan dan mental karena berada di negara asing dan disana negara maju. Saya ingin mempelajari ilmu bgaimana keseharian mereka dan cara berfikir kok bisa menjadi negara maju. Alasan lainnya yaitu menyalurkan ilmu kepada anak didik bangsa agar menjadi generasi kritis yang membawa indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi. 

Saya mencoba ikut organisasi dikampus yang berbau International office. Kecewa karena gagal mengikuti tes wawancara yang membuat saya menyalahkan diri saya yang introvert. Selalu khawatir pada tahap wawancara, kenapa?. Bertatap muka atau menjawab pertanyaan orang lain secara langsung membuat gelisah dan pada akhirnya terbata-bata, tidak percaya diri.

Pada waktu itu, saya sudah meyakinkan diri sendiri bahwa saya bisa melakukannya. Eh, down itu datang ketika mendapat pernyataan bahwa kamu harus belajar lagi. Menangis? iya, Sedih? pasti, tapi saya bangkit lagi karena sisi lain saya berkata "sebelum kamu mati, maka berusahalah mencapai mimpi itu, karena Allah pasti mengabulkan doaku". 

Saya sangat percaya bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa itu. Entah kapan dan dimana hari bahagia itu datang. Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan hambanya yang berusaha. Sempat terbesit kalau Allah tidak mengabukan gimana. Setidaknya akan jatuh diantara bintang-bintang nan indah, biar tidak ada penyesalan suatu hari nanti aku akan terus berusaha sampai titik penghabisan.

#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day17


Be yourself

----Sebuah kejutan yang sangat indah untuk akhirnya menyadari betapa menyenangkannya kesendirian itu (Ellen Burstyn)----

Setiap masalah pasti mempunyai solusi. Bagaimana jika kita sudah mempunyai banyak solusi tetapi, gagal untuk menggunakannya? Bagaimana jika solusi itu masih belum mampu untuk menyelesaikan akar dari sebuah masalah?

Aku sudah menggunakan banyak solusi. Berhasil untuk hari itu tapi hari berikutnya kembali seperti sediakala jika kerikil itu di sentuh. Sudah berusaha keras untuk tes wawancara agar bisa lolos dalam organisasi tersebut. Berusaha untuk optimis, memantabkan hati meraih sebuah pengalaman.

Hasil yang tak aku inginkan terjadi. Tidak masalah sih aku gagal. Ada batu kerikil besar yang sudah disentuh oleh kakak penannya. Mungkin untuk memotivasiku sepertinya. 
"Kamu belajar lagi ya," kata mas penannya.
Bagaimana aku bisa belajar jika aku tak pernah diberi kesempatan untuk lolos agar belajar disitu. Ingin aku berkata kepada masnya,
"Berikanlah aku kesempatan lolos mas, biar aku bisa belajar."

Solusi untuk masalah keminderanku adalah ikut organisasi yang membuatku semangat. Tapi, selalu gagal untuk masuk?. Aku tidak boleh patah semangat ataupun hilang harapan. Aku ada karena ada sesuatu yang berharga didiriku. Setiap manusia diciptakan untuk maksud tertentu. 

Jangan kau katakan silet tidak bisa memotong kelapa atau kapak tidak bisa mencukur kumis. Semua orang punya porsinya masing-masing. Tak perlu merasa tinggi terhadap orang lain karena belum tentu kamu lebih tinggi derajatnya dihadapan Allah. Hargai setiap manusia karena kita sama dihadapaNya.

Alangkah baiknya menjadi diri sendiri karena tidak ada kepura-puraan dihadapan manusia ataupun Allah. Jadi, jalani hidup ini untuk mendapatkan ridhoNya.

#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day16

SAMPAH

Pernakah dikucilkan dan diremehkan seperti sampah ?
Pernakah digunjing jelek-jelek tentang diri kita?
Pernakah tidak punya teman sama sekali di dunia?
Dan pernakah saat menangis tidak ada yang menghibur?

Dunia itu sangat kejam bagiku!
Mereka dengan mudahnya membulliying aku. Apalagi guru BK ku berkata,
"Kamu tidak cocok menjadi apapun," batinku menjerit kesakitan bagai dibakar api yang sangat panas.
Terdiam lemas tidak bertenaga. Senyumku tidak merona seperti biasanya. Aku menyalahkan diri sendiri,
"Kenapa aku terlahir di dunia ini? "
"Untuk apa aku hidup "
"Jika aku mati pasti tidak ada yang mencariku."
Bahkan orang tua ku menyebutku tidak berguna. Ditambah saudaraku bilang,
"Mbak pembawa sial," menangis darah. 
"Mungkin dengan mati aku bisa hidup dengan tenang."

Apa aku salah jika aku polos, pendiem, dan selalu mengalah kepada orang lain. Apa aku salah jika aku mempunyai sifat introvert ini. Yang selalu penakut terhadap sesuatu , yang selalu khawatir dan selalu diam saat dibuat kalah-kalahan di kelas. 

Aku tidak ingin mempunyai sifat ini, tapi ini pemberian yang maha kuasa. Aku bisa apa? Yang aku bisa lakukan hanyalah berdoa semoga sifat ini tidak membebaniku. Berdoa agar mereka menerimaku apa adanya. Berdoa agar aku selalu memaafkan mereka. 

Sempat berfikir untuk membenci mereka tetapi aku berfikir bahwa benci tidak akan menyelesaikan masalah. Semua perilaku akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti, maka lebih baiknya untuk memaafkan. Semua hinaan yang aku terima, akan ku buat sebuah motivasiku untuk maju ke depan. Anggap semua hinaan adalah bagian hidup yang terindah. Tanpa hinaan dan cacian, aku tidak bisa menghargai betapa indah hidup ini jika kita bersyukur atas segala pemberianNya.

#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day15

Rindu

Semilir angin mengarah ke arah rambutku, membelai lembut wajahku. Menikmati suasana pagi hari di alun-alun dengan bunga yang bermekaran. 
"Hari minggu banyak yang ke alun-alun ya " batinku.
Di sudut-sudut rumput yang luas kulihat sebuah keluarga kecil yaitu ayah, ibu, ke dua anak. Mereka sangat ceria sekali, penuh canda tawa. 
"Ingin banget seperti itu suatu hari nanti, eh sama siapa ya? masih jomblo kayak gini" cengir-cengir sendiri. hehehe
Di sudut lainnya, kulihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang berjualan. Hari yang sepagi ini mereka bersemangat mencari rezki.
"Semangat berjualan, keren ya, kapan aku bisa meniru semangat seperti itu ya?" penuh tanda tanya.

Mereka sibuk pada dunia yang mereka fokuskan yaitu keluarga untuk masa depan. Sekarang aku bertanya pada diriku,
"Apa tujuanku di dunia ini ya? Jodoh belum mendekat, perkerjaan juga belum tetap, terasa sangat hampa".  
"Ah, sudahlah, sendiri tidak apa-apa yang penting bermanfaat bagi orang tua" nyemangatin diri sendiri.

Sesampai di rumah, tiba-tiba perasaan rindu itu muncul. Menangislah aku sejadi-jadinya. 
"Kenapa aku begini ya Tuhan?" 
"Aku kangen sama diriMu Tuhan" 
Mengingat masa-masa saat puasa tiba. Serasa damai dan tidak ada rasa khawatir tentang masa depan, hanya mengharapkan ridho Allah, bukan mengharap selain diriNya.

Dari sebelum sahur sampai setelah buka selalu menyebut namaMu, tak pernah aku berhenti untuk mengharap ridhoMu. Aku tidak mau karena ini aku kehilangan damaiMu. Aku mengharap sesuatu yang besar yaitu jodoh. Mana mungkin kau kabulkan jika aku tak meminta kepadaMu di pertiga malam. Ku ingin damai bersama ridhoMu agar senantiasa tidak menggalau kan sesuatu yang sudah tertulis di laufudz mahfudz.

#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day14

Opinions of introvert and Ekstrovert


Sadar atau tidak, orang-orang satu dengan lainnya sangat berbeda, dari berbicara, berfikir dan bertindak. Perbedaan tersebut dinamakan kepribadian. Yang saya tahu, kepribadian dibagi menjadi 2 menurut Carl Jung yaitu Ekstrovert dan Introvert.

   Kalau Introvert itu orangnya cenderung tertutup dan suka menyendiri. Sedangkan Ekstrovert itu lebih membuka diri dan suka bergaul. Jadi energi mereka itu berbeda, introvert mendapatkan energi ketika mereka sendirian tetapi, ekstrovert mendapatkan energi ketika mereka banyak bergaul dengan orang lain.

   Kalian tipe kepribadian yang mana? ekstrovert atau introvert ??? saya akan menjelaskan lebih detail karakteristik dari kedua kepribadian tersebut. 

Ekstrovert :
1.     Bergaul dengan banyak orang
2.     Ramah
3.     Tidak bisa memendam amarah
4.     Suka berorganisasi
5.     Meningkatkan energi dengan bersama teman-temannya

Introvert :
1.     Pendiam
2.     Suka Menyendiri
3.     Tidak suka menyakiti orang lain
4.     Sensitif
5.     Meningkatkan energi dengan menyendiri

   Itulah karakteristik yang terlihat dan mudah dikenali. Sebenarnya lebih baik menjadi seorang introvert atau seorang ekstrovert ? Semua mempunyai kelebihan dan kelemahannya sendiri jadi, introvert maupun ekstrovert sama-sama bermanfaatnya. Kalau tidak ada ekstrovert, negara ini tidak akan maju tanpa seorang pemimpin yang tegas mengambil keputusan. Dan kalau tidak ada introvert, masyarakat tidak akan makmur karena tidak ada sifat saling mengerti. :D
"im introvert person, im not shy , i love myself"

#30DWC
#30DWCJilid14
#Day13
#Squad1
JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.