Samar

Angin berbisik pelan 
Mencoba melambai dan memegang
Angin indah bernyanyi riang
Menatapku sendu berkedip

Kulangkahkan diujung jurang
Melayang bagaikan lembut kain sutra
Angin itu masuk disetiap jemariku
Tidak melawan kepalsuan yang ada

Ku tarik
Ku pecahkan
Ku patahkan
Ku bunuh

Mata ini bernanah
Tak bisa membedakan baik atau buruk
Mulut ini membaca
Membaca bahwa itu ketiadaan yang nyata

Jantungku terlumat
Hatiku tertusuk oleh sang waktu
Kau tak pernah menjaga hatiku 
Kau tak pernah melihat waktuku

Apakah kau senang bermain dengan jantungku?
Apa arti kesucian ginjalku ?
Apa tak punya sedikit air untuk selalu aku genggam?
Kau tak pedulikan senyumanku

Angin mulai menyeru
Kau kulihat tapi tak bisa ku pegang
Kau menangis tapi tak memeluk
Kau bersedih tapi tak mengeluarkan air mata

Inginku redupkan cahayamu
Terlalu bersinar
Merusak mataku 
Dan tidak melembutkan jantungku
Merusak seluruh alam pikiranku

Kau melihatku dalam
Memberi sejuta kepalsuan
Memberi keindahan semu
Tak ingin berpindah
Tapi kau membakar api suciku

Kau tak punya secuil hati 
Untukku pasang di kedalaman jantungku
Tapi ada bekas kotoran yang tersisa
Memerlukan pembersih sebuah harapan
Tapi itu ketidakadilan

Anganku terbang jauh
Harapanku tersimpan oleh kunci inggris
Relung jantungku kerlap memerah gelap
Biar sang angin memberikan berjuta keindahan

#30DWC
#30DWCJilid14
#Squad1
#Day3
#toMCO

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.