Jawaban atas rasaku (part 2)


Setelah adik memberikan kabar itu, aku melamun, memikirkan tentang Kahcof. Dia teman semasa kecilku kalau tidak salah sih teman SD sampai detik ini. Teringat masa lalu, dia cowok yang pediam dikalangan teman-teman. Di sela lamunanku, aku tertawa, dia pernah berlari dengan pelan-pelan sambil dingklang saat pelajaran olahraga. Semua anak heran, dia terus berusaha berlari sambil menahan sesuatu.

Ada anak yang bertanya kepadanya, “kamu kenapa cof?”. Akhirnya dia bilang, “Kena beling”, anak-anak mulai menyuruh Kahcof berhenti. Aku salut dengan dia, masih mau berlari dalam keadaan terkena beling. Tapi, dia memendam rasa sakit itu sendirian.

Aku masih tidak percaya dia menitipkan salam kepadaku setelah 3 tahun lamanya tidak medengar kabar. Dan aku juga heran, “kok bisa dia tau tentang aku yang sedang merawat ayahku ?”.
Kepalaku mulai mencari jawaban dengan sendiri, “apa dia cuma iseng menitipkan salam, atau dia tidak sengaja bertemu adik, atau dia beneran ada rasa suka?”. Kepalaku dipenuhi dengan tanda tanya.

3 tahun lalu saat aku berjumpa dengannya. Pertemuan pertama, dia chat lewat facebook. “Vivi, ikut ke pernikahan Ageng yuk, besok malam, tak jemput”. “Aku pengen, tapi naik apa?” tanyaku. “Naik bus vi” jawaban Kahcof singkat. Aku saat itu tidak pernah naik bus sehingga, aku tidak tahu menahu tentang jurusan kesana. Aku bertanya terus kepadanya, dia menjawab dengan sabar.

Saat bertemu dengannya, aku biasa aja karena saat itu hatiku untuk orang lain.hahaha. Aku merasa aneh dengan sikapnya kepadaku, mungkin perasaanku saja. Diantara cowok-cowok yang berada disitu, dia satu-satunya cowok yang berani mendekatiku dan mengajak aku ngobrol. Karena aku tipe pendiam dan introvert.hehehe

Setelah mengambil makanan, tempat duduk berpindah. Eh, aku heran dia mendekatiku lagi. Disaat itu aku mulai merasa aneh dengan sikapnya.hahaha. Mungkin aku ke geeran. Dan lucunya, energiku itu sudah habis, aku bilang kepadanya “Cof, ayoo pulang”, aku merasa dia pemimpin kondangan disitu.

Kalian tau apa jawabannya, dia hanya memberikan senyuman manis kepadaku, tidak ada sepatah kata pun darinya. Tapi aku tahu apa artinya yaitu sabar. Mulai saat itu aku melihatin dia, dan sepertinya dia merasa dan mulai melihat kepadaku. Saat pulang kita saling pandang memandang tanpa kata. Aku juga mengingat pertemuan kedua kita yang membuat senyum-senyum sendiri. Saat itu, dia tersenyum kepadaku dengan saat manis dan mengucapkan sebuah kata yang tak pernah terlupakan.

#30DWC
#30DWCJilid 14
#Squad1
#Day6

0 comments:

Post a Comment

JADILAH DIRIMU SENDIRI. Powered by Blogger.